SERANG – Kirab Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten dibuka Gubernur Banten Andra Soni.
Acara pembukaan kirab diikuti dengan apel merupakan salah satu rangkaian menuju Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32, acara ini digelar di Rumah Dinas Gubernur Banten pada Senin (23/6/2025) pagi.
Dalam sambutannya, Deputi KSPK BKKBN RI, Nopian Andusti, mengungkapkan bahwa pelepasan kirab ini dilakukan beriringan dari Sabang sampai Merauke.
Peringatan Harganas, kata dia, merupakan momentum penting dalam membangun Indonesia melalui keluarga.
Nilai-nilai pendidikan, sosial, agama merupakan ajaran awal yang dikenalkan oleh lingkungan keluarga.
“Harganas bukanlah hanya semata-mata seremoni, tetapi Harganas suatu momentum betapa pentingnya keluarga. Mulai dari pendidikan pertama, kita mendapatkan dikenalkan nilai-nilai pendidikan, sosial, agama,” ucapnya.
“Dari keluarga, generasi-generasi emas bisa muncul. Dari keluarga lah yang menghasilkan Indonesia emas 2045. Gaungkanlah berapa pentingnya keluarga, karena dari keluarga yang berkualitas, maka akan lahir pula anak-anak yang berkualitas,” sambungnya.
Ia meminta kepada Andra Soni agar program-program BKKBN dalam membangun keluarga bisa bersinergi dan membantu pembangunan di Pemprov Banten.
“Mohon dukungan kiranya program-program kami dapat berpartisipasi melalui kebijakan-kebijakan yang ada di Provinsi Banten,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, ia juga mengucapkan rasa syukur, sebab BKKBN kini menjadi lembaga setingkat Kementerian dengan nama Kemendukbangga/BKKBN.
Usai Deputi, Andra Soni dalam sambutannya mengapresiasi kinerja lembaga BKKBN, termasuk kantor perwakilannya di Banten.
BKKBN Banten, kata dia, patut diapresiasi karena berhasil menorehkan angka kinerja capaian di atas nasional.
Tentu dia mendukung program-program BKKBN Banten yang selama ini terus konsisten membangun lingkungan keluarga yang ideal.
“Melalui program KB, tingkat pertumbuhan penduduk dapat ditekan. Program ini merupakan program sangat besar. KB memberikan kontribusi menekan angka kelahiran,” kata dia.
“Program KB membutuhkan pemangku kepentingan, terlebih Banten belum sepenuhnya mendapatkan bonus demografi. Saya berharap keluarga berencana senantiasa ditingkatkan, menjangkau keluarga miskin dan lainnya,” tutupnya. (*/Ajo)