Menuju Pendekar, Pesilat 8 Provinsi Ikuti Ujian Nasional SMI di Banten

 

CILEGON-Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia (PPS SMI) melalui Pengurus Pusat menggelar Training of Trainer (ToT) sekaligus Ujian Kenaikan Tingkat Nasional dari Satria Utama menuju Pendekar.

Kegiatan bergengsi ini diikuti ratusan pesilat dari 8 provinsi di Indonesia.

Peserta datang dari Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Lampung, serta Bangka Belitung.

Kegiatan dipusatkan di Marbella, Kabupaten Serang, dan menjadi agenda nasional yang sepenuhnya menjadi kewenangan SMI Pusat.

Ketua Komda Banten PPS SMI, H. Habibi Hali Burton, menegaskan bahwa ujian kenaikan tingkat menuju Pendekar tidak bisa dilaksanakan di tingkat daerah maupun wilayah.

“Kalau di kabupaten atau kota itu maksimal sampai tingkat Satria, provinsi sampai Satria Utama. Untuk menuju Pendekar wajib dilaksanakan oleh pusat,” ujar Habibi kepada wartawan, Jumat (26/12/2025).

Menurut dia, kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai Jumat hingga Senin, dan dibuka secara resmi oleh Ketua IPSI Provinsi Banten.

Selain ujian kenaikan tingkat, para peserta juga mendapatkan berbagai materi strategis sebagai bekal kepelatihan dan kependekaran.

“Materinya meliputi wawasan kebangsaan, sejarah Perguruan Satria Muda Indonesia, penyeragaman jurus dari kaidah hingga pukulan sembilan, serta materi kependekaran untuk kenaikan tingkat dari Satria Utama ke Pendekar,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada ujian, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan prestasi jangka panjang bagi para pesilat SMI.

“Kami ingin membentuk pesilat yang tangguh, tanggon, dan rengginas agar mampu berprestasi di tingkat daerah, provinsi, hingga nasional,” katanya.

Habibi juga menegaskan bahwa ToT dan ujian nasional ini akan menjadi agenda rutin tahunan.

Sementara di tingkat daerah, pembinaan dilakukan melalui latihan gabungan serta peningkatan kualitas wasit dan juri.

Saat ini, ia juga menyebutkan PPS Satria Muda Indonesia tercatat memiliki lebih dari 10 ribu anggota dengan unit latihan yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota, sebagian besar berbasis di sekolah-sekolah.

Untuk kegiatan nasional kali ini, tercatat 160 peserta resmi mendaftar. Namun kata habibi jumlah kehadiran mencapai sekitar 200 orang, termasuk pelatih serta pengurus daerah yang turut mengikuti rangkaian kegiatan.

“Kegiatan ini bukan hanya ToT dan ujian kenaikan tingkat, tetapi juga pelatihan bagi pelatih di Provinsi Banten dan komda-komda nasional,”pungkasnya (*/Ali)

Comments (0)
Add Comment