Merasa Diabaikan, Forum Guru Banten Kecewa Tak Bertemu Gubernur Andra Soni Dan Ketua Dewan

 

SERANG-Forum Guru Banten merasa diabaikan dan kecewa atas tas digubrisnya surat permohonan audensi yang ditujukan kepada Gubernur Andra Soni, Ketua Dewan Fahmi Hakim dan Dindikbud.

Koordinator Forum Guru Banten Wilayah Tangerang Raya, Septian menilai, dengan diabaikannya surat tersebut, Pemprov seolah tutup mata, tutup telinga terkait persoalan Guru.

“Kami sudah dua kali bersurat untuk silaturahmi dan audensi, mengingat persoalan guru di Banten sangat pelik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (1/3/2026).

Adapun pihaknya sampai dua kali mengirimkan surat permohonan audiensi. Pengiriman surat pertama, kata dia, dilakukan pada tahun lalu dan terakhir pada tiga minggu lalu.

“Kami menunggu sampai saat ini tidak ada respon atau agenda pertemuan baik dari Gubernur dan Ketua DPRD,” ungkap Septian kecewa.

Septian menambahkan, Forum Guru Banten ingin bersilaturahmi dan audensi bukan tanpa sebab.

Ia bilang, pertemuan tersebut bila terjadi, pihaknya ingin agar Gubernur Banten dan Ketua DPRD mendengar apa yang menjadi keresahan para guru.

“Soal guru paruh waktu, soal guru honorer, dan lain-lain yang tentu menjadi keluh kesah Guru di Banten. Kami sangat menyayangkan, ingin bersilaturahmi saja susah, tidak responsif,” lanjutnya.

Di tempat terpisah, Koordinator Forum Guru Banten Dadang Hidayat mengungkapkan, bahwa harusnya sebagai pemerintah, keduanya bisa hadir menemuinya dan bisa memberikan teladan.

“Menjadi role model, tidak abai terhadap ajakan silaturahmi dan audensi. Harus terbuka dan membuka diri,” ujarnya.

Kendati demikian, Dadang berusaha berbaik sangka dan kembali berharap suatu saat keluhannya soal nasib guru bisa didengar langsung oleh Andra Soni, Fahmi Hakim dan pihak Dindikbud Banten.

“Mungkin semua sedang sibuk, banyak kegiatan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada respon, ajakan silaturahmi dan audensi kami tidak terkatung-katung sehingga apa yang menjadi keresahan para guru bisa tersampaikan, dan harapannya bisa diakomodir,” tukas Dadang.***

Comments (0)
Add Comment