SERANG– Sistem pemeringkatan siswa pada pelaksanaan seleksi penerimaan murid baru (SPMB) SMA/SMK di Banten tahun ajaran 2025/2026 tertutup.
Meski demikian, Gubernur Banten Andra Soni mengaku punya niat serius agar pelaksanaan hajar penerimaan murid setahun sekali itu berjalan jujur dan adil.
“Kita punya niatan serius untuk bagaimana proses penerimaan siswa baru ini berjalan dengan jujur, berjalan dengan adil, dan bisa diawasi oleh semua pihak,” ujarnya di Kota Serang, Kamis (19/6/2025).
Adapun untuk sistem tertutup yang diberlakukan tahun ini, kata Andra, berdasarkan hasil evaluasi dari pelaksanaan SPMB tahun-tahun sebelumnya.
Jadi ini adalah hasil dari evaluasi dan kita ikuti dulu, kan juga akan diumumkan secara keseluruhan nantinya,” katanya.
Kemudian terkait terdapat kecurigaan dari sejumlah pihak, Andra menjawab bahwa kecurigaan memang akan terus ada.
“Apapun pasti akan timbul curiga kan yah, karena selama ini kan praktiknya selalu terjadi,” jelasnya.
Andra meminta kepada masyarakat apabila terjadi keluhan seputar pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2025/2026 ini, maka silahkan melaporkan ke Dindikbud Banten.
“Ya langsung saja, langsung saja kepada Dinas Pendidikan. Bisa juga melalui medsos agar bisa kami tindaklanjuti,” tukasnya.
Andra mengimbau kepada masyarakat agar tidak tergiur apalagi membayar ke oknum manapun yang mengaku dapat meloloskan murid pada sekolah tertentu.
“Sebut namanya, nanti kita laporkan, karena itu kan udah pelanggaran hukum,” tutupnya. (*/Ajo)