SERANG – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan keamanan dan kenyamanan sebagai prioritas utama wisatawan yang datang berwisata di Provinsi Banten.
Hal ini ia sampaikan saat memantau kondisi kawasan wisata pantai Anyer dari Mercusuar Cikoneng, Anyer, Kabupaten Serang, Selasa (24/3/2026), di tengah meningkatnya jumlah wisatawan selama libur Idulfitri 1447 Hijriah.
Andra Soni memantau kawasan wisata usai mengikuti laporan situasi Operasi Ketupat Maung 2026 bersama Kapolri Listyo Sigit Prabowo secara virtual yang terpusat di Bali.
Turut mendampingi Kapolda Banten Irjen Hengki, Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim, Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Catur Yogiantoro, Kasrem 064/Maulana Yusuf Kolonel Inf Shofanudin, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi, serta jajaran Forkopimda dan instansi terkait.
Gubernur Andra Soni memastikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah mengoptimalkan seluruh fasilitas publik di kawasan wisata. Ini untuk menjamin keselamatan wisatawan seiring lonjakan kunjungan selama libur Lebaran.
“Kami memastikan ketersediaan air bersih, toilet, hingga area parkir di titik-titik wisata berfungsi dengan baik. Kami juga berkoordinasi dengan pengelola hotel dan pantai untuk menjaga standar pelayanan serta kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pengawasan di area pantai harus diperketat seiring meningkatnya jumlah wisatawan.
Gubernur juga mengingatkan pelaku upaya dan komitmen bersama untuk menjaga citra pariwisata Banten dengan tidak menaikkan harga secara tidak wajar.
Masyarakat yang berwisata di Anyer hingga Carita juga diminta tetap tertib dan mengikuti arahan petugas.
“Mengingat antusiasme masyarakat sangat tinggi, keselamatan pengunjung adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Tidak boleh ada getok harga. Jaga keramahan dan transparansi agar wisatawan merasa nyaman dan ingin kembali lagi,” katanya.
Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Hengki menegaskan bahwa Polda Banten tidak hanya fokus pada pengamanan arus mudik dan arus balik.
Pengamanan dilakukan juga pada kawasan wisata yang mengalami lonjakan pengunjung.
“Polda Banten selain melaksanakan pengamanan arus mudik dan arus balik dari Sumatra ke Jawa, juga fokus melakukan pengamanan di lokasi wisata yang berada di wilayah hukum Polres Cilegon, Pandeglang, dan Lebak,” ujarnya.
Pengamanan dilakukan selama periode 22 s.d 24 Maret 2026 dengan fokus utama pada arus balik dari Sumatra ke Jawa serta lokasi wisata di sepanjang pesisir. Sebanyak 1.142 personel dikerahkan, terdiri dari 456 personel Polres Cilegon, 486 personel Polres Pandeglang, dan 200 personel BKO Polda Banten, dengan dukungan sinergi lintas instansi seperti TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, Basarnas, Pramuka, hingga masyarakat.
Pengawasan juga difokuskan di titik-titik wisata, meliputi 10 titik di wilayah Polres Cilegon dari Pantai Anyer hingga Cinangka, 9 titik di wilayah Polres Pandeglang seperti Pantai Pasir Putih, Carita, Matahari hingga Ciputih, serta wilayah Polres Lebak di kawasan Pantai Bagedur sampai Pantai Sawarna.
Kapolda juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat berwisata.
“Orang tua yang membawa putra-putrinya untuk berwisata harus betul-betul melakukan pengawasan, terutama saat berenang dan bermain di lokasi wisata,” ujarnya.
“Petugas Ditpolair dan Binmas Polda Banten turut menjaga dan memperhatikan anak-anak di lokasi wisata. Masyarakat wajib mengikuti petunjuk pengelola wisata, khususnya di pantai dan tempat berenang,” katanya. (*/Red)