Pemuda Pancasila Banten Gagas Gerakan Ekonomi Rakyat Melalui JAM Center Indonesia

 

JAKARTA — Pemuda Pancasila Provinsi Banten mengambil peran penting dalam melahirkan gerakan ekonomi kerakyatan modern berbasis desa melalui JAM Center Indonesia, yang resmi diluncurkan pada ajang Musyawarah Besar (Mubes) XI Pemuda Pancasila di Jakarta, 26–28 Oktober 2025.

Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan JAM Center Indonesia dan Pemuda Pancasila untuk membangun sistem ekonomi rakyat yang terintegrasi secara logistik dan digital.

Program tersebut juga menjadi langkah nyata organisasi dalam memperkuat kemandirian pangan nasional.

Ketua Umum MPN Pemuda Pancasila, KPH. Japto S. Soerjosoemarno, menyebut gerakan ini sebagai bukti nyata bahwa Pemuda Pancasila mampu menghadirkan kontribusi langsung bagi rakyat.

“Kemandirian pangan adalah fondasi ketahanan bangsa. Pemuda Pancasila harus mengambil peran nyata agar rakyat Indonesia menjadi tuan di tanah sendiri,” ujar Japto di hadapan ribuan kader Pemuda Pancasila.

Tokoh yang berada di balik gagasan besar ini adalah Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Banten, Johan Aripin Muba, yang menjadi inisiator dan konseptor utama pelaksanaan JAM Center di lingkungan organisasi.

Johan menjelaskan bahwa Banten dipilih sebagai pilot project nasional karena memiliki kesiapan sosial, jaringan kader yang luas, dan basis desa yang kuat.

“Kita mulai dari desa karena di situlah kekuatan ekonomi sejati. Ketahanan pangan tidak boleh dikuasai segelintir pihak, tapi dikembalikan kepada rakyat,” tegasnya.

Menurut Johan, JAM Center Indonesia telah disiapkan dengan sistem kerja yang konkret dan berkelanjutan.

Pada tahun pertama, pihaknya menargetkan pembentukan 383 koperasi desa di seluruh kabupaten/kota di Banten.

“Koperasi rakyat akan jadi motor penggerak. Kami bangun pusat distribusi di setiap kabupaten dan sistem digital untuk mengawasi aktivitas ekonomi secara transparan,” ujarnya.

Ia menegaskan, tujuan utama gerakan ini adalah menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus model kemandirian pangan nasional.

“Target kami bukan hanya Banten mandiri pangan, tapi menjadi contoh bagi provinsi lain. Kami ingin membuktikan bahwa desa bisa menjadi laboratorium ekonomi rakyat Indonesia,” tambah Johan.

Dalam kesempatan yang sama, MPW Pemuda Pancasila Banten bersama Yayasan JAM Center Indonesia juga meluncurkan Aplikasi Just A Move (JAM), sebuah platform digital berbasis komunitas.

Aplikasi ini menghubungkan driver, merchant, dan pengguna dalam satu ekosistem ekonomi rakyat.

Berbeda dari aplikasi komersial, JAM memberikan manfaat langsung kepada anggota komunitas, bukan hanya penyedia layanan.

“JAM bukan sekadar aplikasi transportasi, tapi sistem ekonomi komunitas. Di sini, nilai ekonomi kembali kepada rakyat, bukan ke perusahaan besar,” jelas Johan.

Ia menambahkan, pengembangan ekosistem digital ini merupakan langkah untuk memastikan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi yang transparan dan berkeadilan.

“Teknologi harus digunakan untuk memberdayakan rakyat, bukan memperlemah. Dengan JAM, kita ingin membangun solidaritas dan memastikan kesejahteraan anggota komunitas meningkat,” ujarnya.***

Comments (0)
Add Comment