SERANG – Persita Tangerang berencana melaporkan kericuhan antarsuporter yang terjadi saat menghadapi Persija Jakarta di Banten International Stadium (BIS), Kota Serang, Sabtu (17/10/2026) lalu.
Polresta Serang Kota kini menelusuri dugaan provokasi yang memicu bentrokan hingga mengakibatkan 11 orang mengalami luka-luka.
Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Yudha Satria mengatakan, polisi siap menindaklanjuti laporan tersebut setelah diterima.
Saat ini, penyidik tengah mengumpulkan bukti berupa rekaman kamera pengawas atau CCTV serta video dari anggota kepolisian dan ofisial kedua tim.
Menurut Yudha, pihak Persita Tangerang dijadwalkan mendatangi Polresta Serang Kota untuk membuat laporan sekaligus menyerahkan sejumlah rekaman video terkait insiden tersebut.
“Rencananya, pihak Persita Tangerang besok akan melaporkan peristiwa kericuhan tersebut. Jika laporan sudah kami terima, tentu akan kami tindak lanjuti. Dari beberapa korban, kami juga sudah mendapatkan informasi,” ujar Yudha, Senin (19/10/2026).
Yudha mengungkapkan, salah satu dugaan awal penyebab bentrokan adalah aksi sejumlah orang yang mengambil bendera milik suporter Persija Jakarta, Jakmania.
Namun, polisi masih mendalami informasi tersebut untuk memastikan kronologi kejadian dan mengidentifikasi pihak yang diduga memicu keributan.
“Menurut informasi yang ada, pemicunya adalah beberapa orang yang diduga memprovokasi dengan mengambil bendera Jakmania. Kami sudah mengambil sejumlah rekaman CCTV dan video, baik dari anggota kepolisian maupun ofisial kedua tim. Saat ini masih kami dalami,” katanya.
Polisi juga tengah memetakan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam provokasi.
Hingga Senin, belum ada pihak yang diperiksa terkait insiden tersebut karena proses penyelidikan masih berfokus pada pengumpulan bukti dan informasi awal.
“Kami masih memprofilkan pihak-pihak yang diduga menjadi provokator. Besok, rencananya pihak Persita akan datang ke Polresta Serang Kota untuk membuat laporan sekaligus menyerahkan sejumlah cuplikan video sebagai bukti,” tutur Yudha.
Di sisi lain, Yudha membantah tudingan bahwa aparat kepolisian meminta suporter masuk ke area stadion hingga memicu kericuhan.
Ia menjelaskan, petugas masuk ke dalam stadion setelah menerima informasi dari steward yang bertanggung jawab atas keamanan di area tersebut.
“Tidak benar jika disebut kepolisian yang meminta suporter masuk. Peristiwa itu terjadi di dalam stadion. Kami mendapat informasi dari steward yang bertanggung jawab atas keamanan di dalam stadion,” ujarnya.
Ia menegaskan, personel kepolisian berupaya melerai bentrokan dan mengendalikan situasi agar kembali kondusif sehingga pertandingan dapat dilanjutkan.
Polisi selanjutnya akan mencocokkan keterangan saksi dengan rekaman video yang telah dikumpulkan untuk mengungkap rangkaian peristiwa serta menentukan pihak yang bertanggung jawab.
Kericuhan terjadi saat pertandingan BRI Super League antara Persita Tangerang dan Persija Jakarta berlangsung di Banten International Stadium, Kota Serang, Sabtu (17/10/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan mulai terjadi sekitar menit ke-25 babak pertama di area Gate 14. Insiden tersebut diduga berawal dari aksi saling ejek dan provokasi melalui yel-yel antarsuporter.
Situasi kemudian memanas dan keributan meluas ke sejumlah area tribun, termasuk Gate 5, Gate 6, dan Gate 7. Bentrokan juga diwarnai aksi saling melempar suar (flare) dan batu.
Akibat insiden tersebut, sebanyak 11 suporter dilaporkan mengalami luka-luka. Mereka terluka akibat terkena lemparan benda maupun terkilir ketika berusaha menyelamatkan diri dari lokasi kericuhan.
Para korban kemudian dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RS Bhayangkara dan RS Arafiq, untuk mendapatkan penanganan medis.
Kericuhan turut berdampak pada jalannya pertandingan. Babak kedua yang seharusnya dimulai sesuai jadwal mengalami penundaan sekitar 30 menit.
Pertandingan baru dilanjutkan pada pukul 20.30 WIB setelah panitia dan aparat keamanan berhasil meredakan situasi.
Meski diwarnai kericuhan antarsuporter, pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Persita Tangerang atas Persija Jakarta dengan skor 3-2.
Polresta Serang Kota kini masih mendalami insiden tersebut untuk memastikan penyebab bentrokan, mengidentifikasi pihak yang diduga melakukan provokasi, serta mengungkap pihak-pihak yang harus bertanggung jawab atas kericuhan di Banten International Stadium.***