SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Banten terus menyiapkan infrastruktur pendukung Banten International Stadium (BIS) agar dapat digunakan untuk pertandingan antar negara.
Stadion berkapasitas 30.000 penonton itu sejauh ini dinilai sudah layak dari sisi fasilitas utama.
Bahkan, kualitas rumput mendapat apresiasi pemain meskipun sudah tiga tahun digunakan.
“Untuk sewa pertandingan dan lintasan lari sudah ada penilaiannya dari JJKN. Nilainya sudah keluar, jadi saat ini baru kegiatan itu yang bisa digunakan,” ujar Kepala Dinas PUPR Banten Arlan Marzan, Kamis (28/8/2025).
Selain stadion, DPUPR Banten bersama pemerintah pusat juga tengah menyiapkan akses jalan Pandeglang–Serang sebagai prioritas pembangunan.
Nilai kebutuhan lahan diperkirakan mencapai Rp174 miliar dan diharapkan bisa dibantu pembiayaannya oleh kementerian maupun perusahaan.
“Desain dan perencanaan sudah dibuat. Harapannya tahun depan bisa masuk tahapan pembahasan lahan,” katanya.
Untuk menunjang kesiapan, Arlan menjelaskan setidaknya diperlukan empat lapangan latihan serta sejumlah hotel berbintang empat di sekitar lokasi.
Saat ini baru ada beberapa opsi, seperti lapangan milik Kopassus, Polda, Seruni, KP3B, hingga kemungkinan di kampus. Namun, jumlah hotel berbintang empat yang tersedia masih terbatas.
BIS sendiri masuk dalam wacana venue pertandingan persahabatan antar negara atau Internasional pada Oktober 2025.
Selain itu, ada rencana agar stadion ini bisa digunakan sebagai salah satu lokasi pertandingan tim nasional pada Juni tahun 2026 nanti.
“Yang pasti dari Pak Erick (Thohir) menekankan soal akses parkir. Kalau akses jalan insya Allah selesai, tinggal parkir yang jadi perhatian,” jelas Arlan.
Namun, keputusan final tetap menunggu hasil penilaian dari PSSI serta kesiapan wilayah.
“Bukan hanya stadionnya, tapi juga kesiapan daerah, hotel, lapangan latihan, dan pengamanan lalu lintas,” ujarnya.
Diketahui, untuk sementara tarif sewa stadion ditetapkan Rp50 juta per pertandingan.
Meski masih ada sejumlah tantangan, Pemprov Banten optimistis BIS akan menjadi ikon baru olahraga sekaligus destinasi event berskala internasional. (*/Adv)