SERANG – Muktamar XXI Mathla’ul Anwar yang berlangsung pada 11–13 April 2026 di Kota Serang, Banten, resmi menetapkan KH. Jazuli Juwaini sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) periode 2026–2031.
Penetapan ini menjadi momentum penting dalam perjalanan organisasi sekaligus penanda dimulainya arah baru kepemimpinan dalam menjawab tantangan umat di era disrupsi global.
Proses pemilihan berlangsung demokratis dan dinamis di Hotel Le Dian, Kota Serang.
Dalam pemungutan suara, Jazuli Juwaini meraih 77 suara dan unggul tipis dari pesaing terdekatnya, Andi Yudi Hendriawan yang memperoleh 71 suara. Sementara kandidat lainnya tidak memperoleh dukungan suara.
Terpilihnya Jazuli Juwaini tidak hanya menjadi hasil dari proses demokrasi organisasi, tetapi juga mencerminkan harapan besar para muktamirin terhadap kepemimpinan yang mampu membawa Mathla’ul Anwar lebih adaptif, progresif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Dalam pernyataannya, Jazuli Juwaini menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmennya untuk mengemban amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab.
“Dengan memohon ridho Allah SWT, saya menerima amanah ini dengan penuh kesungguhan. InsyaAllah akan saya jalankan sebaik-baiknya untuk kemajuan Mathla’ul Anwar ke depan,” ujarnya.
Sebagai Ketua Umum terpilih, Jazuli menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama dalam kepemimpinannya.
Menurutnya, kualitas SDM merupakan fondasi utama dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
“Penguatan SDM menjadi prioritas utama. Mathla’ul Anwar harus mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya kuat di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing secara global,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pembenahan manajemen organisasi secara menyeluruh dengan pendekatan profesionalisme. Struktur kepengurusan ke depan akan dibangun berdasarkan prinsip kapasitas dan tanggung jawab, guna memastikan efektivitas organisasi dalam menjalankan perannya.
Selain itu, Jazuli menegaskan komitmennya untuk memperkuat tiga pilar utama Mathla’ul Anwar, yakni pendidikan, dakwah, dan sosial, sebagai basis gerakan dalam membangun peradaban umat.
“Risalah tiga—pendidikan, dakwah, dan sosial—akan kita kokohkan sebagai kekuatan utama organisasi dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam struktur kepemimpinan hasil Muktamar, KH. Embay Mulya Syarief ditetapkan sebagai Ketua Majelis Amanah PBMA periode 2026–2031, yang diharapkan menjadi penopang nilai, arah, dan kesinambungan visi organisasi ke depan.
Muktamar XXI Mathla’ul Anwar sendiri tidak hanya menjadi forum pemilihan kepemimpinan, tetapi juga ruang strategis untuk merumuskan arah kebijakan organisasi ke depan.
Berbagai isu penting dibahas, mulai dari penguatan kelembagaan, kaderisasi, hingga respons terhadap dinamika global seperti digitalisasi, perubahan sosial, dan tantangan ekonomi umat.
Dalam konteks tersebut, Jazuli menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas organisasi.
Ia menilai bahwa tantangan umat dan bangsa tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara organisasi, pemerintah, dan masyarakat.
“Ketidakpastian global tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak. Sinergi adalah kunci untuk menghadapi persoalan umat, bangsa, dan negara,” tegasnya.
Rangkaian Muktamar XXI berlangsung dengan partisipasi luas dari kader dan pengurus Mathla’ul Anwar dari seluruh Indonesia. Suasana forum berlangsung khidmat, dinamis, dan mencerminkan kedewasaan dalam berdemokrasi.
Ketua OC Muktamar XXI Mathla’ul Anwar, Asep Rohmatulloh, memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, dan kondusif.
“Seluruh tahapan Muktamar berjalan sesuai rencana. Dinamika yang ada dapat diselesaikan dengan baik melalui komunikasi dan koordinasi yang konstruktif,” ujarnya.
Muktamar ini juga menegaskan posisi Mathla’ul Anwar sebagai organisasi keagamaan yang memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan umat, khususnya melalui penguatan pendidikan berbasis madrasah, dakwah yang moderat, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ke depan, Mathla’ul Anwar diharapkan mampu semakin memperkuat perannya sebagai kekuatan peradaban yang tidak hanya menjaga nilai, tetapi juga menghadirkan solusi atas berbagai persoalan umat dan bangsa.
“Ini bukan hanya pergantian kepemimpinan, tetapi momentum konsolidasi untuk memperkuat peran umat dalam membangun peradaban dan kemandirian bangsa,” demikian ditegaskan dalam penutup Muktamar.
Dengan kepemimpinan baru, Mathla’ul Anwar diharapkan mampu melangkah lebih progresif, memperkuat kapasitas internal, serta memperluas kontribusi nyata bagi Indonesia di tengah dinamika global yang terus berubah.***