SERANG-Proses seleksi pegawai BLUD di RSUD Cilograng dan Labuan banyak masalah. Kali ini, dalam proses perekrutan terdapat banyak kekeliruan atau human error yang dilakukan oleh panitia seleksi (pansel).
Anggota DPRD Banten Musa Weliansyah mengaku, menemukan 44 orang lebih peserta yang diberi nilai afirmasi 150 untuk domisili dan 25 untuk sertifikat yang tidak obyektif.
“Dan terjadi kekeliruan, ada 10 peserta di RSUD Cilograng dan 34 di RSUD Labuan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (4/5/2025).
“Kami minta hal ini segera di pansus, karena diduga banyak kekeliruan atau human error yang dilakukan oleh pansel,” sambungnya.
Atas masalah itu, Politisi Partai Persatuan Pembangunan mengaku telah menyampaikan langsung ke Plh Sekda selaku Ketua Pansel dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten pada saat rapat kerja, Jumat (2/05/2025).
Turut hadir dalam pertemuan tersebut jajaran Pimpinan dan Anggota Komisi I serta Komisi V.
Dari hasil rapat, pihaknya sepakat bakal mengusulkan pembentukan pansus ke pimpinan DPRD.
Ia memastikan 100 persen nilai afirmasi akan diberikan pada peserta yang memenuhi persyaratan.
“Tidak ada toleransi bagi yang tidak memenuhi persyaratan, untuk itu peserta yang lolos jangan percaya terhadap calo yang mengklaim, bahwa itu bantuannya hanya karena ingin meminta uang. Jika ada segera laporkan kepada kami atau aparat kepolisian,” tegasnya.
Musa memaparkan, kekeliruan pansel terjadi pada pemberian nilai afirmasi, diantaranya pada peserta di luar Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.
Mereka mendapat tambahan nilai afirmasi 150 poin dan pada peserta Nakes baik perawatan (Sertifikat BTCLS) dan bidan (Sertifikat PPGDON), yang mendapatkan nilai afirmasi sertifikat 25 poin.
“Padahal sertifikat tersebut sudah mati atau tidak memiliki sertifikat. Akibatnya, banyak peserta yang terdampak dan melakukan sanggah kepada panitia,” paparnya.
Ia meminta kepada Plh Sekda selaku penanggungjawab untuk tidak gegabah.
Panitia seleksi, kata dia, harus lebih cermat dan teliti lagi dengan melakukan verifikasi ulang terhadap keabsahan persyaratan administrasi.
Ketelitian tersebut harus dilakukan untuk peserta yang sudah dinyatakan lolos sebelum diplenokan. Hal ini perlu dilakukan agar tidak ada satupun peserta yang dirugikan
Kemudian terkait isu banyaknya peserta titipan dalam perekrutan pegawai kedua RSUD tersebut, Musa meyakini bahwa hal itu tidak benar.
“Jangan dipercaya, siapapun yang lolos adalah peserta yang berprestasi, karena tes CAT portalnya dikendalikan oleh BKN,” ujarnya.
“Mestinya tidak bisa dimainkan, walau kami sudah mendapatkan informasi bahwa ada oknum pansel yang bermain melalui oknum di BKN. Insyaallah jika sudah di pansus kan semuanya akan terbongkar,” tambahnya.
Apabila ada indikasi kecurangan, kata dia, harusnya hanya pada pemberian nilai afirmasi dan pihaknya kini tengah melakukan pengawalan. (*/Ajo)