SERANG– PT Genesis Regeneration Smelting (GRS) yang berlokasi di Jawilan, Kabupaten Serang sempat disegel oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Namun pabrik yang menjadi TKP terjadinya insiden pengeroyokan jurnalis ini, tetap bandel beroperasi lalu ditindak kembali oleh pihak KLH.
Menanggapi ini, Wakil Gubernur Banten, A Dimyati Natakusumah mengaku merasa kecolongan dan gagal mengantisipasi adanya pelanggaran dari perusahaan tersebut.
“Iya kecolongan, kadang-kadang saya punya birokrasi, aparatur, saya minta jangan kecolongan lagi, ini berarti kan pengawasan, termasuk saya, ya kecolongan,” ujarnya, Senin (25/8/2025).
“Termasuk saya nih, wah kok baru ketahuan gitu, harusnya kan dari awal saya udah tahu, berarti kan mata, kuping, tangan saya nggak bergerak ini, buta, budeg,” sambungnya.
Atas kecolongan ini, ia mengaku bakal mengevaluasi semua OPD di lingkungan Pemprov Banten, termasuk OPD terkait dalam persoalan PT GRS.
“Harus di evaluasi nanti DLH, saya selalu minta harus cepat, gerak cepat. Jadi jangan sampai kita kecolongan. Kan banyak birokrasi di kita, apa kerjanya? apa molor terus?,” kata Dimyati heran.
Terkait dengan insiden pengeroyokan, Dimyati menyayangkan peristiwa yang menimpa Humas KLH dan Jurnalis yang tengah melaksanakan tugas di pabrik tersebut.
“Apa dasarnya mukul media (wartawan) itu, ada persoalan apa? di Banten gak boleh so jagoan lah,” tutupnya. (*/Ajo)