PW Pergunu Banten Dorong Transformasi Pendidikan Berbasis Perlindungan Anak

 

SERANG – Peringatan Hari Guru Nasional 2025 dimanfaatkan PW Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Provinsi Banten sebagai momentum untuk mendorong perubahan paradigma pendidikan ke arah yang lebih humanis dan berpihak pada anak.

Melalui Seminar Nasional bertema “Sosialisasi Gerakan Satuan Pendidikan Ramah Anak, Pendidikan Aman, Nyaman, dan Menggembirakan dengan Pendekatan Deep Learning”, Pergunu menegaskan bahwa konsep sekolah ramah anak harus menjadi budaya pendidikan, bukan sekadar slogan seremonial.

Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari KPAI RI, akademisi, serta perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Kolaborasi lintas profesi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan perlindungan anak dalam pendidikan tidak dapat diselesaikan secara sektoral.

Ketua PW Pergunu Banten, Abidin Nasyar, menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam memandang peserta didik.

Ia menilai berbagai persoalan seperti tekanan akademik, kekerasan verbal, hingga beban mental tidak akan terselesaikan selama siswa masih ditempatkan hanya sebagai objek pembelajaran.

“Siswa harus dipahami secara utuh dan diperlakukan sebagai subjek. Sekolah seharusnya menjadi ruang yang menyenangkan dan membebaskan, bukan lingkungan yang menakutkan,” ujarnya, Rabu, (26/11/2025).

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan deep learning yang berfokus pada pemahaman konseptual serta penguasaan kompetensi mendalam, sehingga pembelajaran tidak berhenti pada hafalan, melainkan mengasah kemampuan berpikir dan karakter siswa.

Komisioner KPAI RI, dr. Aris Adi Leksono, turut mengingatkan bahwa sekolah wajib memiliki sistem yang peka terhadap potensi kekerasan, tekanan psikologis, maupun tindakan diskriminatif.

Menurutnya, pendidikan ramah anak mencakup cara guru berinteraksi, pengelolaan kelas, hingga pola penilaian.

“Kami mengapresiasi langkah Pergunu dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Banten,” ungkapnya.

Lebih jauh, Adi Leksono menilai forum tersebut dapat menjadi pijakan awal bagi penguatan kebijakan pendidikan yang berorientasi pada perlindungan anak, bukan semata pada pencapaian akademik.

“Seminar ini kami harap menjadi pemicu perbaikan kualitas pendidikan daerah,” katanya.

PW Pergunu Banten berharap kegiatan ini mampu memperluas jejaring pendidik dan memperkuat implementasi Gerakan Satuan Pendidikan Ramah Anak di seluruh wilayah Banten.

Tujuannya, sekolah benar-benar menjadi ruang tumbuh yang aman dan mendukung perkembangan anak.

Dengan kerja kolaboratif, Pergunu optimistis Hari Guru Nasional 2025 menjadi momentum perubahan paradigma pendidikan—dari sekadar transfer ilmu menuju pembentukan generasi yang kritis, berdaya, dan sehat secara mental.***

Comments (0)
Add Comment