Ratusan Mahasiswa Untirta Tuntut Evaluasi Proyek Strategis di Banten, Soroti Nasib Guru Tak Kunjung Sejahtera

 

SERANG-Ratusan Mahasiswa Untirta menggelar aksi di Gerbang KP3B, Kota Serang pada Kamis (23/2/2026). Aksi ini digelar menuntut dan menyoroti sejumlah hal.

Presma Untirta M. Ridwan Aryadi mengungkapkan, aksi ini salah satunya menuntut agar seluruh proyek strategis di Banten dilakukan evaluasi secara transparan.

Menurutnya, pembangunan berupa proyek strategis di Banten, telah lama diklaim sebagai jalan menuju kesejahteraan rakyat.

Namun, realitas menunjukkan pembangunan sering kali menjadi instrumen perampasan ruang hidup rakyat.

“Proyek strategis yang digadang-gadang sebagai simbol kemajuan justru menyingkap wajah oligarki, anggaran besar diserap, ekosistem rusak, ruang demokrasi menyempit, dan hak-hak sipil dikorbankan,” ujarnya.

Ridam, sapaan akrabnya melanjutkan, proyek strategis yang digadang-gadang membawa kemajuan berbanding terbalik dengan nasib guru di Banten.

Pendidikan di Banten, kata dia, menghadapi paradoks. Di satu sisi, pendidikan gratis dijanjikan, namun di sisi lain, mengenai akses, kualitas, dan kesejahteraan tenaga pendidik masih timpang.

“Guru honorer kehilangan status dan hak gaji, sementara pemerataan pendidikan belum terwujud,” ujarnya.

Ia melanjutkan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi bangsa. Namun, tanpa kesejahteraan tenaga pendidik, kualitas pendidikan tidak akan meningkat.

“Hal ini menunjukkan kegagalan negara dalam memenuhi hak dasar warga negara dan memperdalam disparitas antar wilayah,” jelasnya.

Hal lain yang disorot seputar ekologi dan agraria di Banten yang menjadi korban pembangunan. Reklamasi pesisir dan megaproyek misalnya, mengorbankan nelayan dan petani.

“Pembangunan bukan sekadar soal ekonomi, melainkan soal keberlanjutan hidup masyarakat. Nelayan kehilangan ruang tangkap, masyarakat adat kehilangan tanah, dan lingkungan kehilangan daya dukung,” jelasnya.***

Comments (0)
Add Comment