SERANG – Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan pada September 2020 di perkotaan dan di perdesaan diantaranya beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, daging ayam ras, susu bubuk, serta kopi bubuk dan kopi instan.
Sementara komoditi non makanan penyumbang terbesar garis kemiskinan di perkotaan dan perdesaan adalah sama yaitu biaya perumahan, bensin, listrik, pendidikan dan perlengkapan mandi.
Demikian diketahui berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) bulan September 2020 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten.
Dalam Susenas itu BPS mencatat, angka kemiskinan Provinsi Banten naik menjadi 6,63 persen. Hal itu mengalami peningkatan sebesar 0,71 poin dibanding periode sebelumnya pada Maret 2020 yang sebesar 5,92 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, Adhi Wiriana menyebutkan beberapa jenis konsumsi makanan di perkotaan dan perdesaan yang menjadi penyumbang angka kemiskinan di Banten.
“Konsumsi makanan masyarakat miskin di pedesaan: Beras, Rokok, Telur, Kopi dan terakhir Daging Ayam. Kalau di perkotaan: 1. Rokok; 2. Beras; 3. Susu Bubuk; 4. Telur dan 5. Daging ayam,” katanya kepada Fakta Banten saat dikonfirmasi, Selasa (16/2/2021). (*/Faqih)