SERANG – Gubernur Banten Andra Soni memerintahkan Dinas Kesehatan untuk melakukan evaluasi buntut dugaan kasus ditolaknya pasien BPJS oleh RS Hermina Ciruas.
Andra meminta agar Dinkes melakukan koordinasi atas meninggalnya balita yang usai sempat dirawat di RS Hermina Ciruas.
“Saya memerintahkan kepada Dinkes untuk melakukan koordinasi,” kata dia, Selasa (9/9/2025).
Andra menegaskan dan memastikan bahwa kasus buruknya pelayanan kesehatan di Banten tak boleh terulang lagi.
“Bahwa hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi di Banten,” tegas Andra.
Ia menyayangkan penolakan ini bisa terjadi dan menekankan bahwa pelayanan kesehatan seharusnya sudah optimal karena cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Banten telah tercapai.
“Tingkat UHC kita sudah baik, sehingga pelayanan terkait dengan BPJS, setiap rakyat yang membutuhkan masuk ke rumah sakit di wilayah Banten itu bisa di-cover oleh BPJS,” jelas Andra.
Untuk evaluasi layanan, dikeluarkan Andra buntut mencuatnya kasus Umar Ayyasy, balita berusia tiga tahun yang sempat dirawat di RS Hermina Ciruas sejak 26 Agustus 2025.
Umar dirawat karena mengidap komplikasi diare akut, dehidrasi, infeksi paru-paru dan gizi buruk. Usai tujuh hari perawatan, pasien dipulangkan meski masih menggunakan selang di hidungnya.
Umar sempat di bawa ke RSUD Banten usai dugaan penolakan yang dilakukan RS Hermina Ciruas. Balita pasangan Tiara dan Irwan itu, telah meninggal dunia pada Jum’at (5/9) dinihari.
Sementara, Wakil Direktur RS Hermina Ciruas membantah menolak pasien BPJS. Ia menyebut, penanganan pasien balita sudah sesuai prosedur.
Anita mengungkapkan, pasien yang bernama Umar Ayyasy saat itu sudah mendapat penanganan sesuai prosedur rumah sakitnya.
Ia menjelaskan keterbatasan ruang rawat inap membuat pihaknya menyarankan pasien menunggu di IGD sambil dilakukan observasi.
“Namun keluarga memilih membawa pasien ke RSUD Banten. Kami terbuka untuk evaluasi dan siap melakukan perbaikan agar pelayanan rumah sakit menjadi lebih baik,” ujarnya.
“RS Hermina Ciruas juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berkomitmen memperbaiki pelayanan,” sambungnya. (*/Ajo)