SERANG–Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten menggelar rapat internal pada Senin, (01/12/2025).
Rapat ini digelar di Kantor PWNU Banten, Kota Serang sebagai respons atas dinamika yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Rapat dihadiri jajaran PWNU Banten, yakni Rois Syuriah KH. Ahmad Syatibi Hambali, Katib KH. Husnul Aqib Amin, Ketua KH. Hafis Gunawan, serta Sekretaris H. Amad Nuri.
Dalam pernyataannya, PWNU Banten menyerukan pentingnya islah atau perdamaian dan penyelesaian konflik di internal PBNU secara bermartabat, yakni dengan mekanisme organisasi yang berlandaskan nilai-nilai tasamuh, tawazun, dan ukhuwah nahdliyah.
PWNU Banten menegaskan, ajakan islah ini selaras dengan taushiyah dan arahan para kiai sepuh dalam pertemuan di Ponpes Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, pada Ahad (30/11) lalu.
Dalam pertemuan tersebut, pada kiyai sepuh menekankan pentingnya persatuan, menjaga marwah jam’iyyah, dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan perbedaan.
“PWNU Banten memandang bahwa menjaga marwah organisasi jauh lebih utama daripada mempertahankan kepentingan yang berpotensi memecah belah. NU harus tetap menjadi rumah besar umat yang teduh dan mempersatukan,” ujar KH. Ahmad Syatibi Hambali.
Ia juga menekankan, semangat islah yang digelorakan para kiai sepuh harus menjadi pedoman bersama dalam menyelesaikan konflik ini.
“Apa yang disampaikan para masyayikh di Ploso menjadi cahaya penuntun bagi kita. Kami berharap, semua pihak dapat duduk bersama, bermusyawarah, dan mengedepankan kepentingan jam’iyyah,” ujarnya.
PWNU Banten mengimbau kepada seluruh pengurus, kader, dan warga nahdliyin untuk menjaga ketenangan, tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh suasana, serta tetap fokus pada penguatan peran sosial-keagamaan di tengah masyarakat.
Dengan seruan islah, kata dia, PWNU Banten berharap konflik yang terjadi di internal PBNU dapat segera diselesaikan secara damai, arif, dan penuh hikmah, sesuai teladan para kiai sepuh sebagaimana pertemuan di Ploso.***