JAKARTA– Kinerja Gubernur Banten Andra Soni selama 100 hari merupakan terendah diantara kepala daerah tingkat gubernur lainnya se-Pulau Jawa. Hal ini berdasarkan Survei Indikator Politik Indonesia.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, para responden warga Banten yang merasa puas terhadap Andra Soni memang mayoritas.
“Tapi hanya 51 persen yang mengatakan sangat puas dan cukup puas terhadap gubernurnya,” ujarnya, dikutip dari YouTube Indikator Politik Indonesia, lusa lalu.
Ia menjelaskan, berdasarkan survei warga yang menyatakan sangat puas sebesar 3 persen dan cukup puas 48 persen.
Untuk kurang puas sebanyak 32 persen dan tidak puas sama sekali sebanyak 3 persen, sisanya tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 15 persen.
Hasil survei dari periode 12 sampai 19 Mei 2025 itu, kata dia, juga menyatakan bahwa Pemprov Banten menjadi daerah yang paling banyak menerima kritik dari warganya apabila dibandingkan dengan provinsi lain.
“Paling banyak Banten,” ujarnya.
Kendati demikian, terdapat program kerja Andra dan Dimyati yang mendapatkan respon positif, seperti program SMA/SMK Swasta gratis serta program pemeriksaan kesehatan gratis.
Kedua program ini, kata dia, tak meningkatkan kepuasan publik.
“Kemungkinan ada faktor lain yang menghambat efek ungkit terhadap approval rating di Banten,” jelasnya.
Secara total, terdapat 8 program yang mendapatkan respons positif, nilai ini masih di bawah 50 persen.
Program tersebut meliputi pengentasan kemiskinan, akses permodalan, pembinaan koperasi.
Kemudian program jaminan sosial bagi warga kurang mampu, peningkatan kualitas tenaga kerja, pengembangan usaha kecil dan pengelolaan sampah, konflik pertanahan.
Sedangkan tertinggi, tingkat kepuasan publik diraih oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akronim KDM.
Tingkat kepuasan KDM mencapai 95 persen, kurang puas 4 persen, bahkan tak puas sama sekali 0 persen.
Untuk survei melibatkan 500 responden yang dipilih secara acak di DKI Jakarta, 600 responden masing-masing di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Terakhir berjumlah 400 responden masing-masing di DIY dan Banten. (*/Ajo)