Taman Museum Multatuli Lebak Kotor dan Bau, DLH Akan Tegur Panitia BBO

LEBAK – Pengunjung pameran Baduy Badminton Open (BBO) asal Lebak, mengeluhkan kondisi area di sekitaran Taman Museum Multatuli yang saat ini dipenuhi sampah disertai bau yang tak sedap. Pasalnya, event yang baru berjalan dua hari tersebut dinilai tidak ada pengawasan yang ketat. Sehingga, pameran tersebut terkesan layaknya pasar tradisional.

“Pameran di event BBO sangat jorok dan terlihat kumuh. Sebab, sebagian pengguna stand membuang air kotoran bekas masak terlihat asal-asalan dan panitianya pun terlihat tidak memperhatikan kebersihan lingkungan,” kata Bayu saat ditemui di area stand BBO depan taman Museum Multatuli, Rangkasbitung, Rabu (3/7/2019).

Menurut Bayu, event di tengah-tengah kota ini seharusnya, memiliki pengawasan yang lebih ketat.

“Sejak saya beristirahat di area taman Museum Multatuli, setiap adanya hembusan angin, aroma bau tak sedap pun muncul, saya rasa bau tersebut akibat ulah entah itu pengguna stand atau pengunjung yang membuang sit kecil sembarangan,” ungkapnya.

Selain itu lanjutnya, di sekitar lokasi juga tidak disediakan toilet.

“Intinya, pengguna stand tidak terlalu salah. Sebab, event seperti ini panitia harusnya sudah siap mengatur mulai dari segi kebersihan, kenyamanan dan lainnya,” ujarnya.

Secara terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lebak, Nana Sundjana mengatakan bahwa pihaknya akan segera menurunkan petugas kebersihan secepatnya.

“Saya akan turunkan petugas bidang kebersihan secepatnya, agar mereka dapat segera membersihkan area stand BBO yang berada di halaman Taman Museum Multatuli,” kata Kepala DLH, Lebak Nana Sundjana saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya.

Secara terpisah saat dihubungi melalui sambungan telepon Koordinator penyelenggara event BBO, Iwan membantah bahwa dirinya bukan sebagai koordinator bidang kebersihan.

“Saya hanya terlibat di bagian turnamen badmintonnya, nanti akan kita sambungkan ke panitia bagian penanganan kebersihan,” singkatnya. (*/sandi)

BaduyDLHLebakMultatuli
Comments (0)
Add Comment