SERANG – Sebanyak 2.093 hektar lahan pertanian atau persawahan di empat kabupaten dan satu kota di Banten terendam banjir akibat diguyur hujan lebat sejak Desember lalu.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten Agus M. Tauchid mengungkapkan, wilayah tersebut meliputi Kabupaten Pandeglang, Lebak, Serang, Tangerang, dan Kota Serang.
Berdasarkan data hingga 2 Januari 2026, banjir melanda 29 kecamatan dan 79 desa yang menyebabkan 178,5 hektar lahan mengalami puso atau gagal panen total,
“Di lahan seluas 444 hektar mulai surut. Penyebab utama intensitas hujan yang sangat tinggi selama beberapa hari terakhir, yang mengakibatkan sungai meluap dan aliran air tersumbat,” ujarnya, Selasa (6/1/2025).
Kabupaten Pandeglang, kata Agus, menjadi wilayah terdampak banjir terluas, yakni 880 hektar, dengan luas puso mencapai 21 hektar, dengan rincian Kecamatan Panimbang, Cisata, Saketi, Carita, Pagelaran, Patia dan Picung.
Adapun untuk Kabupaten Serang tercatat angka gagal panen tertinggi sebesar 101 hektar dari total 760 hektar lahan yang terendam. Rinciannya terjadi di Kecamatan Kramatwatu, Padarincang, Tunjungteja, Mancak, Tirtayasa, Cinangka, Ciruas, Pontang, Anyer, Lebakwangi dan Cikande.
Selanjutnya Kabupaten Lebak, lahan terendam seluas 133 hektar dengan 50 hektar di antaranya dinyatakan puso di Kecamatan Cibadak dan Cikulur.
Kemudian di Kabupaten Tangerang yang terkena dampak seluas 124,5 hektar dengan puso 6,5 hektar, mencakup di Kecamatan Tigaraksa, Cisoka dan Panongan.
“Terakhir, di Kota Serang sebanyak 195,5 hektar lahan terendam, namun dilaporkan tidak ada lahan yang mengalami puso. Jadi untuk yang paling tinggi alami puso di wilayah Kabupaten Serang,” tuturnya.
Angka puso tahun ini, kata dia, cenderung lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya karena cakupan banjir yang lebih luas.
Namun, apabila dibandingkan dengan provinsi lain secara nasional, dampak di Banten dinilai masih masuk ke dalam kategori kecil.
“Tapi kalau secara nasional akibat hujan lebat ini kita paling moderat,” kata dia.
Guna meringankan beban petani, Distan telah menyiapkan bantuan melalui cadangan benih daerah (CPD) sebanyak 5 ton yang siap disalurkan olehnya.
“Sesuai arahan Pak Gubernur yah, kami akan menyalurkan bantuan benih. Jika kebutuhan di lapangan melampaui stok, kami akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat di Jakarta untuk penambahan bantuan,” paparnya.***