Tingkatkan Kualitas Pendakwah, PB Mathla’ul Anwar Luncurkan Program Sertifikasi Seribu Da’i

 

SERANG – Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) resmi meluncurkan Program Sertifikasi 1.000 Da’i Mathla’ul Anwar dalam kegiatan yang digelar di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Banten, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa (10/2/2026).

Program yang diinisiasi oleh Bidang Dakwah PBMA ini menjadi langkah strategis organisasi dalam memperkuat kualitas, integritas, dan standar etik para pendakwah Mathla’ul Anwar di seluruh Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum PBMA KH Embay Mulya Syarief, Ketua Bidang Dakwah PBMA KH Hasani Ahmad Said, Ketua Dewan Fatwa PBMA Prof. Syibli Sarjaya, Direktur Badan Riset dan Inovasi Mathla’ul Anwar Asep Rohmatullah, Kepala Kanwil Kemenag Banten KH Amrullah, serta sejumlah tokoh Mathla’ul Anwar lainnya, termasuk KH Jazuli Juwaini.

Pada gelombang pertama Da’i MA, sebanyak 150 orang peserta mengikuti proses sertifikasi yang akan dibekali materi intensif selama satu hari penuh, meliputi penguatan manhaj dakwah, etika komunikasi publik, moderasi beragama, hingga wawasan kebangsaan.

Ketua Bidang Dakwah PBMA, KH Hasani Ahmad Said, menjelaskan bahwa program ini secara khusus mengusung konsep Da’i Rahmatan Lil ‘Alamin.

“Kami menamai program ini dengan semangat Da’i Rahmatan Lil ‘Alamin karena dakwah Mathla’ul Anwar harus menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dakwah bukan untuk memecah belah, bukan untuk menebar kebencian, tetapi untuk menebarkan kasih sayang, kedamaian, dan solusi atas problem umat,” ujarnya.

Menurut Hasani, pendakwah Mathla’ul Anwar harus mampu menjadi jembatan persatuan dan penguat harmoni sosial di tengah dinamika masyarakat yang majemuk.

“Da’i Mathla’ul Anwar harus menjadi penyejuk, bukan pemicu konflik. Harus menjadi pengayom, bukan provokator. Inilah makna rahmatan lil ‘alamin yang ingin kita tegaskan melalui program sertifikasi ini,” tambahnya.

Hasani juga menyampaikan bahwa peserta yang dinyatakan lulus dalam ujian akhir akan memperoleh pengakuan resmi berupa gelar non-akademik.

“Peserta yang lolos ujian akhir akan mendapatkan gelar non-akademik Certificate Da’i Mathla’ul Anwar atau disingkat C.DAIMA,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum PBMA KH Embay Mulya Syarief menegaskan bahwa penguatan bidang dakwah merupakan ruh gerakan Mathla’ul Anwar.

“Penguatan bidang dakwah adalah ruh gerakan Mathla’ul Anwar. Program pengembangan 1.000 da’i dan da’iyah Mathla’ul Anwar ini merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan dakwah yang mencerahkan dan menyejukkan,” ujar KH Embay.

Ia juga menekankan bahwa penguatan kapasitas da’i akan difokuskan pada wilayah-wilayah basis tradisional Mathla’ul Anwar.

“Paling tidak, penguatan ini difokuskan pada basis-basis tradisional Mathla’ul Anwar seperti Banten, Jawa Barat, Lampung, Kalimantan Barat, dan Riau,” tegasnya.

Sementara itu, Asep Rohmatullah, Ketua OC Muktamar, sekaligus Direktur Badan Riset dan Inovasi Mathla’ul Anwar mengungkapkan bahwa Launching 1.000 Da’i adalah bagian dari agenda Muktamar MA ke-21.

“Program Sertifikasi 1.000 Da’i Mathla’ul Anwar itu bagian dari rangkaian Muktamar 2026 dan dirancang sebagai agenda berkelanjutan yang akan dilaksanakan hingga April mendatang, tepatnya sebelum acara Muktamar Mathla’ul Anwar yang ke 21 dilaksanakan pada 11-13 April 2026” tutup Asep.***

Comments (0)
Add Comment