SERANG– Layanan bus gratis Trans Banten telah melayani 188 ribu penumpang sejak Oktober 2025 hingga Juli 2026.
Melihat tingginya animo masyarakat saat akhir pekan, Dishub Banten kini mengkaji penambahan 2 unit bus untuk operasional Sabtu dan Minggu atau weekend.
Kepala Bidang Angkutan dan Pengembangan Transportasi Dishub Banten, Verry Junanta mengatakan, jumlah penumpang terus meningkat, terutama dari kalangan mahasiswa di sekitar rute kampus.
“Alhamdulillah layanan bus gratis ini mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Hingga Juli 2026 sudah 188 ribu penumpang yang terlayani,” ujarnya di Kota Serang, Selasa (11/8/2026).
Verry menekankan, selama hampir 10 bulan beroperasi, layanan Trans Banten berjalan tanpa insiden.
“Alhamdulillah kita masih zero accident, tidak terjadi kecelakaan jadi aman. Dan kondisi nyaman juga di dalam bus,” katanya.
Sejak masa uji coba awal 2025 dengan 2 unit bus sedang, antusiasme melonjak drastis.
Untuk menjawab kebutuhan, pengelola kemudian meremajakan armada menjadi 4 unit bus besar berkapasitas 80 penumpang.
Saat ini pengoperasian Trans Banten dilakukan secara adaptif. Pada hari kerja Senin-Jumat, 4 unit bus beroperasi penuh dengan interval keberangkatan tiap 30 menit.
Sementara Sabtu-Minggu hanya 2 unit bus yang beroperasi dengan interval 1 jam sekali untuk efisiensi anggaran. Namun Dishub melihat potensi lonjakan penumpang di akhir pekan.
“Tapi ketika nanti Sabtu-Minggu sudah ramai kita akan tambah lagi. Karena kalau 4 mobil di akhir pekan tapi penumpangnya sedikit kan sayang uang negara terbuang sia-sia, tidak efisien. Makanya sesuai kebutuhan kita siapkan,” ungkap Verry.
Rencananya, jika kajian selesai dan data menunjukkan peningkatan, akan ada penambahan 2 unit bus saat weekend sehingga total menjadi 4 unit seperti hari kerja.
Gubernur Banten Andra Soni menyebut, bus ini merupakan bentuk layanan transportasi yang memiliki kebermanfaatan luas.
Rutenya melintasi sejumlah fasilitas publik dan pendidikan seperti Polda Banten sampai UNIBA Pakupatan.
“Selain memberikan kemudahan, ini juga membangun kebiasaan baru, sarana edukasi dan pembiasaan penggunaan transportasi massal serta pembayaran non-tunai dengan kartu uang elektronik,” kata Andra.***