LEBAK – Kepastian relokasi warga korban banjir bandang 2020 di Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, akhirnya menemui titik terang.
Gubernur Banten, Andra Soni, turun langsung ke lokasi lahan relokasi dan menyampaikan komitmennya untuk segera menuntaskan persoalan hunian tetap (huntap) yang selama ini tertunda.
Dalam kunjungan kerja ke lokasi lahan yang telah disiapkan Pemerintah Kabupaten Lebak seluas 5,4 hektar, Andra memastikan bahwa pembangunan huntap akan dimulai dari pembangunan akses jalan terlebih dahulu.
“Kami akan mulai dari yang paling dasar akses jalan. Tanpa itu, material dan tenaga tidak bisa masuk. InsyaAllah kami akan tuntaskan, tahap demi tahap,” ujar Andra, Kamis (29/5/2025).
Andra mengungkapkan, proses pembangunan akan melibatkan sinergi antara pemerintah provinsi, kementerian terkait, serta pemerintah pusat.
Menurutnya, semua lini harus bergerak bersama agar warga yang masih tinggal di hunian sementara (huntara) bisa segera mendapatkan rumah yang layak dan aman.
“Persoalan ini tidak bisa ditunda terus. Kami mohon doa dan dukungan semua pihak. Pemerintah provinsi siap menuntaskan ini,” tambah Andra.
Warga Pilih Lahan Relokasi yang Disiapkan Pemkab
Sementara itu, warga yang hingga kini masih bertahan di huntara Lebakgedong berharap agar proses relokasi tidak lagi mengalami tarik-ulur.
Mereka mengaku sudah setuju dengan lahan yang disiapkan Pemkab Lebak dan menunggu realisasi pembangunan segera dimulai.
“Kami sudah nyaman dengan lahan yang disiapkan pemerintah daerah. Kami hanya ingin segera tinggal di tempat yang aman dan permanen,” ujar Sarip, salah satu warga terdampak.
Warga juga meminta agar pembangunan tidak hanya selesai di atas kertas, namun benar-benar dijalankan secara nyata.
179 Unit Huntap Akan Dibangun
Rencana pembangunan huntap di Lebakgedong mencakup pembangunan sebanyak 179 unit rumah, dengan pengawasan ketat terhadap aspek keamanan bencana.
Pemerintah juga masih menanti hasil kajian dari BMKG untuk memastikan zona pembangunan berada di area yang relatif aman dari potensi longsor dan banjir.
“Kita ingin zero risiko. Jadi kita tunggu dulu hasil dari BMKG, agar tidak terjadi kesalahan dalam pemilihan lokasi,” tegas Gubernur Andra.
Bupati Lebak Siap Kawal Pembangunan
Di akhir kunjungan, Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya menegaskan bahwa Pemkab telah menyiapkan segala kebutuhan administratif dan teknis untuk mendukung pembangunan huntap di Lebakgedong.
“Kami dari pemerintah daerah sudah siapkan lahan 5,4 hektar. Kami akan kawal proses ini dan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat,” ungkap Hasbi.
Bupati juga menambahkan bahwa dari lima kecamatan terdampak banjir bandang 2020, hanya Kecamatan Lebakgedong yang belum rampung ditangani.
Sementara wilayah lain seperti Maja, Sajira, Cipanas, dan Curugbitung telah lebih dulu mendapatkan penanganan pembangunan huntap. (*/Sahrul).