SERANG – Amerika Serikat (AS) menolak masuknya produk udang beku asal perusahaan di Indonesia yang terpapar dan tercemar radioaktif.
Bahkan, produk udang beku dari PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods) yang berlokasi di Banten itu ditarik dari peredaran.
Hal ini dilakukan usai ditemukannya paparan isotop radioaktif Cesium-137 (Cs-137) dalam kontainer pengiriman udang.
PT BMS Foods yang berlokasi di Kawasan Modern, Cikande, Kabupaten Serang ini, diketahui merupakan perusahaan pengolah udang yang berfokus dalam memenuhi kebutuhan Negeri Paman Sam.
Perusahaan ini mengolah udang hasil tangkapan dari para nelayan lalu dijadikan udang beku yang kemudian di ekspor ke Negeri yang dipimpin oleh Donald Trump itu.
Dalam investigasinya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Banten, Wawan Gunawan mengungkapkan dugaan kuat penyebab paparan radioaktif dari perusahaan tersebut.
Wawan menemukan adanya aktivitas pengepulan besi bekas di lingkungan PT BMS.
Aktivitas itu diduga berpotensi besar menjadi penyebab paparan radioaktif pada produk udang beku PT BMS.
“Radioaktif itu tidak mungkin berasal dari nelayan, atau alam. Radioaktif itu biasanya dari perusahaan peleburan atau pengepul rongsokan,” kata dia, Rabu (3/9/2025).
Wawan tak menyangkal wilayah Modern Cikande memang kerap bermasalah dalam hal kepatuhan soal lingkungan.
Bahkan, kata Wawan, beberapa waktu belakangan ini, KLH turun langsung, menyegel beberapa pabrik peleburan besi yang menyalahi aturan.
Kendati demikian, Wawan tak bisa berbuat banyak, karena kewenangan dari kawasan industri berada di Kementerian Perindustrian Perdagangan dan juga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. (*/Ajo)