Walau Ramai Demonstrasi, SMA/SMK di Banten Tetap Belajar Tatap Muka

 

SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) tetap melaksanakan kebijakan pembelajaran tatap muka untuk jenjang SMA/SMK di Provinsi Banten.

Plt Kepala Dindikbud Banten Lukman, mengungkapkan kebijakan ini diberlakukan walaupun ramai aksi demonstrasi di beberapa daerah.

“Secara umum, sesuai kebijakan Pak Gubernur Banten Andra Soni, kita masih menggunakan tatap muka,” kata dia saat ditemui di Mapolda Banten, Senin (1/9/2025).

Namun terdapat sekolah yang tetap melaksanakan pembelajaran online atau daring alias tak bertatap muka, seperti SMKN 3 Tangerang.

Mengenai hal ini, Lukman menjelaskan bahwa diberlakukan daring atau tidaknya merupakan pengajuan dari pihak sekolah itu sendiri.

Khusus untuk wilayah penyangga atau berdekatan dengan Jakarta, seperti Tangerang Raya, maka kebijakan daring bisa diberlakukan.

“Iya ada sekolah meminta izin pembelajaran daring. Memang ada sekolah yang menurut pertimbangan kepala sekolah di daerah penyanggah itu akan berbahaya,” jelas Lukman.

“Itu adalah permintaan dari orang tua, sekolah memberikan kebijakan pembelajaran daring untuk satu hari ini, kalau hari ini aman, besok sudah kembali normal,” sambungnya.

Lukman merinci, terdapat sekitar 50 sekolah negeri dan swasta dari 1.600 sekolah yang kebanyakan berada di Tangerang yang memberlakukan daring.

“Kalau dari 1.600 sekolah, hanya berapa persen dan itu penyanggah dengan Jakarta dan ada anak sekolah, dia warga Jakarta sekolah di Banten,” jelas Lukman.

Terkait aksi, Lukman mengaku jauh-jauh hari sudah mengeluarkan imbauan bagi para pelajar yang melakukan demonstrasi.

Lukman bilang, para pelajar belum boleh melakukan aksi unjuk rasa.

“Kita sudah melakukan imbauan dari 27 Agustus, bukan tidak boleh ya, tapi bagi kami itu bentuk perlindungan kepada anak-anak, karena secara hukum apapun, anak-anak belum boleh melakukan aksi unjuk rasa,” tutupnya. (*/Ajo)

Aksi demonstrasiBantenDindikbud BantenSMASMK
Comments (0)
Add Comment