Laksma TNI Harun Arrasyid Minta Petugas Haji 2026 Lebih Siap Antisipasi Puncak Kepadatan Jama’ah di Mina

JAKARTA — Kepala Dinas Pembinaan Mental TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid, yang pernah menjadi Kasatops Armuzna pada momen Haji 2025 lalu berbagi pengalaman dan pengetahuannya kepada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026.

Dalam paparan materinya, Laksma Harun Arrasyid memberikan gambaran bahwa PPIH harus mengoptimalkan penempatan pos serta personel guna mengantisipasi puncak kepadatan jama’ah di Mina.

Hal tersebut disampaikan Laksma Harun Arrasyid dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu malam (21/1/2026).

Ia menjelaskan, pada musim haji tahun 2026 ini telah disusun rencana agar pelayanan kepada jamaah di Mina dapat berjalan maksimal.

Salah satunya dengan menempatkan petugas sejak awal langsung ke Mina, baik dari unsur Linjam maupun petugas yang telah menunaikan ibadah haji.

“Petugas akan langsung diberangkatkan dari pemondokan atau hotel di Makkah menuju Mina, bersamaan dengan pergerakan jamaah yang bergerak menuju Arafah,” ujarnya.

Menurut Harun, langkah tersebut dinilai lebih efektif dalam menyambut dan memantau pergerakan jamaah, khususnya saat arus jamaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan selanjutnya ke Mina.

Dengan penempatan personel lebih awal, pos-pos pelayanan yang menjadi tanggung jawab PPIH diharapkan dapat berfungsi optimal dalam melakukan pemantauan, peninjauan, serta memberikan bantuan yang dibutuhkan jamaah, terutama pada malam pertama mabit di Mina.

Ia menegaskan, malam 10 Zulhijjah merupakan fase krusial karena seluruh jamaah akan bergerak menuju Mina secara bersamaan, sehingga berpotensi terjadi kepadatan, kelelahan, hingga kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.

“Di sinilah pentingnya keberadaan pos dan petugas yang siaga sejak awal agar penanganan terhadap jamaah dapat dilakukan lebih efektif,” katanya.

Harun menambahkan, pelaksanaan pelayanan haji pada tahun-tahun sebelumnya secara umum sudah berjalan baik.

Namun, pada tahun ini upaya tersebut akan lebih diefektifkan, terutama dalam hal penempatan pos dan pemetaan personel di lapangan.

“Konsep dasarnya sudah diterapkan sebelumnya. Tahun ini tinggal kita tingkatkan efektivitasnya agar pelayanan kepada jamaah semakin optimal,” pungkasnya. ***

Diklat PPIH 2026Haji 2026KemenhajKementerian Haji dan UmrohPetugas HajiPPIH
Comments (0)
Add Comment