MAKKAH – Pemberangkatan perdana jemaah haji Indonesia menuju Armuzna dimulai hari ini. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf Hasyim memastikan persiapan layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) sudah hampir tuntas.
“Persiapan di Arafah, insya Allah hampir 100%, mungkin 99%, mungkin kurang dikit-dikit,” kata Gus Irfan saat memantau langsung keberangkatan kloter pertama, Senin (25/5/2026).
Pemberangkatan kloter awal dijadwalkan pukul 07.00 WIB. Jam tersebut sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
“Mudah-mudahan semua rombongan berjalan sesuai schedule,” ujarnya.
Menhaj sempat menyapa jemaah sebelum berangkat. Ia memastikan jemaah sudah sarapan dan menanyakan menu siap santap atau Ready To Eat (RTE) yang disajikan.
“RTE, enak nggak? Enak. Benar enak? Ya, enak,” kata salah satu jemaah.
“Saya ucapkan selamat jalan kepada para jemaah. Sampai ketemu lagi di Arafah nanti,” sambung Menhaj.
Saat ditanya layanan apa yang akan diterima jemaah selama di Armuzna, Menhaj menegaskan seluruh kebutuhan dasar sudah disiapkan.
“Tentu kita makan pasti ada, tenda kita pastikan semua dapat tenda. Kita kemarin sudah menghitung manual kasur dan jumlah untuk memastikan bahwa semua jemaah dapat kasur, dapat tenda, kemudian makan sudah pasti karena sudah paket dari masyair,” jelasnya.
Ia mengingatkan jemaah untuk tidak banyak beraktivitas di luar tenda karena cuaca panas ekstrem di Arafah berbahaya bagi kesehatan.
“Di dalam tenda berdoa, berzikir, apapun yang bisa dilakukan,” pesannya.
Menhaj mengakui pelayanan jemaah selama ini mendapat apresiasi. Namun ia menekankan, fase Armuzna sepenuhnya menjadi kewenangan Arab Saudi melalui para syarikah.
“Kita sudah minta syarikah untuk memberikan pelayanan. Jangan sampai pelayanan sudah bagus sebelum Armuzna, tiba-tiba anjlok di Armuzna. Kita berharap jangan sampai seperti itu. Semua kita pelototi, syukur bisa lebih naik lagi,” tegasnya.
Agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar, Menhaj meminta jemaah patuh pada arahan petugas di lapangan.
“Imbauan jemaah ikuti arahan-arahan dari pimpinan regu, pimpinan rombongan, pimpinan kloter. Itu semua dalam rangka memberikan keamanan, kenyamanan, dan kepastian pada jemaah,” katanya.
Fase Armuzna merupakan puncak ibadah haji yang dimulai dengan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan melontar jumrah di Mina. (*/Red/MCH-2026)