PPIH Madinah Siaga di Mina dan Muzdalifah, Pastikan Semua Jemaah Dapat Kasur dan Maktab

MADINAH – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang berasal dari Daerah Kerja (Daker) Madinah mulai bergeser dan sudah berangkat menuju Kota Makkah, Jum’at (15/5/2026) sore.

Kehadiran para PPIH Madinah ini untuk mempertebal dukungan layanan untuk para jemaah haji Indonesia di Makkah.

PPIH asal Madinah ini akan difokuskan untuk pelayanan di Mina dan Muzdalifah, saat puncak ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi.

Petugas disiagakan untuk memastikan seluruh kebutuhan jemaah terpenuhi, termasuk pendataan maktab hingga memastikan agar tidak ada jemaah yang tidur tanpa kasur di Mina.

Koordinator Wilayah (Korwil) 1 PPIH Daker Madinah, Andik Setiawan mengatakan, petugas haji gelombang pertama yang telah menyelesaikan pelayanan di Madinah akan melanjutkan tugas di Makkah, khususnya di kawasan Muzdalifah dan Mina.

Hal ini ditegaskan Andik usai acara rapat konsolidasi, doa bersama dan syukuran selesainya rangkaian haji gelombang pertama di Madinah, Kamis (14/5/2026).

Ia menjelaskan, di Muzdalifah petugas akan melakukan pemantauan intensif karena kawasan tersebut tidak menyediakan tenda bagi jemaah.

Kondisi itu membuat jemaah harus bermalam dengan beralaskan tanah.

“Untuk di Muzdalifah nanti jemaah akan dipantau karena di situ tidak ada tenda, jadi tidur juga beralaskan tanah,” ujarnya.

Setelah dari Muzdalifah, petugas akan bergeser ke Mina untuk melakukan pengecekan maktab dan jumlah tempat tidur yang tersedia.

“Nah petugas di sini berperan penting untuk mengecek maktab dan jumlah kasur yang ada di sana. Kami berharap tidak ada satu jemaah pun yang tidak mendapatkan tempat tidur pada saat di Mina,” harapnya.

Selain di Mina, pengecekan fasilitas juga akan dilakukan di Arafah.

Petugas akan memastikan setiap jemaah memperoleh hak yang sama selama menjalani rangkaian puncak ibadah haji.

“Kita akan melakukan pengecekan sampai jemaah mendapatkan haknya untuk dapat satu orang satu tempat tidur,” ujar Andik.

Ia mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar di Mina adalah kondisi maktab yang memiliki bentuk serupa.

Kondisi ini berpotensi membuat jemaah kesulitan menemukan kembali lokasi tempat bermalamnya setelah keluar.

“Kalau di Mina ini tantangannya, jemaah ketika keluar maktab misalkan ke toilet, maka jemaah tidak akan bisa balik lagi ke maktabnya. Karena kondisinya sama, semua maktab sama, bentuknya sama,” ucapnya.

Karena itu, petugas akan disiagakan di sejumlah titik untuk membantu mengarahkan jemaah.

Jemaah juga diimbau mengingat lokasi maktab masing-masing agar tidak tersesat.

“Maka petugas harus berjaga dan memberitahu. Dan juga jangan lupa untuk jemaah haji kita imbau supaya tahu beliau bermalam di mana, maktabnya di mana,” katanya.

Terkait evaluasi pelayanan gelombang pertama di Madinah, Andik menyebut seluruh proses berjalan lancar hingga keberangkatan kloter terakhir menuju Makkah.

“Gelombang satu di Madinah alhamdulillah berjalan dengan lancar. Saat ini alhamdulillah berjalan dengan lancar, jemaah merasa puas,” ujarnya.

Menurut dia, berbagai keluhan yang muncul selama pelayanan juga dapat diselesaikan langsung oleh petugas di lapangan sehingga tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Ketika ada komplain dan lain-lain diselesaikan dengan baik oleh para petugas, sehingga tidak perlu sampai ke atas, sudah diselesaikan oleh petugas,” kata Andik.

Ia berharap pelayanan pada gelombang kedua dapat berjalan sebaik gelombang pertama, sekaligus mengimbau jemaah dan petugas menjaga sikap selama berada di Tanah Suci.

“Kami harap untuk berperilaku bagus, baik, selama di Nabawi, jaga sopan santun, jemaah maupun petugas,” ujarnya. (*/Red/MCH-2026) 

ArmuznaHaji 1447 HijriyahHaji 2026Ibadah HajiJemaah HajiJemaah haji IndonesiaMuzdalifahPadang ArafahPetugas Haji
Comments (0)
Add Comment