LEBAK– Di antara seluruh malam dalam setahun, ada satu malam yang nilainya disebut lebih baik dari seribu bulan.
Malam itu dikenal sebagai Lailatul Qadar, malam penuh kemuliaan yang menjadi momen paling dinantikan umat Muslim saat Ramadhan.
Namun Lailatul Qadar bukan malam yang bisa ditebak dengan pasti.
Ia dirahasiakan waktunya, agar setiap Muslim bersungguh-sungguh menghidupkan ibadah di penghujung Ramadhan, khususnya pada sepuluh malam terakhir.
Lalu, apa saja yang bisa dilakukan untuk meningkatkan peluang meraih malam istimewa tersebut?
Dalam berbagai riwayat, Lailatul Qadar diyakini hadir pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah pada periode tersebut.
Alih-alih menunggu tanda-tanda khusus, fokus utama adalah memperbanyak amal saleh dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
1. Memperbanyak Dzikir dan Doa
Mengisi malam dengan dzikir, istighfar, serta doa menjadi salah satu amalan utama. Ucapan tasbih, tahmid, takbir, dan kalimat thayyibah lainnya dianjurkan untuk terus dilantunkan.
Doa memohon ampunan juga menjadi amalan yang sering diajarkan untuk dibaca pada malam-malam terakhir Ramadhan.
2. Menambah Ibadah Sunnah
Selain salat tarawih, umat Muslim dapat menambah ibadah malam seperti tahajud, witir, atau salat sunnah lainnya. Momentum Ramadhan sering dimanfaatkan untuk melatih konsistensi dalam ibadah malam.
Semakin mendekati akhir Ramadhan, semangat ini biasanya ditingkatkan sebagai bentuk kesungguhan mencari ridha Allah SWT.
3. Membaca dan Merenungi Al-Quran
Ramadhan dikenal sebagai bulan turunnya Al-Quran. Karena itu, memperbanyak tilawah dan memahami maknanya menjadi salah satu amalan yang dianjurkan.
Tidak hanya membaca, tetapi juga mencoba menghayati pesan-pesan yang terkandung di dalamnya agar ibadah tidak sekadar rutinitas, melainkan proses perbaikan diri.
4. Tafakur dan Muhasabah Diri
Lailatul Qadar juga menjadi momentum introspeksi. Tafakur atau merenungkan kebesaran Allah serta mengevaluasi diri atas perjalanan hidup selama ini dapat menghadirkan ketenangan batin.
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri serta memperbaiki akhlak.
5. Memperbanyak Sedekah dan Kebaikan
Berbagi kepada sesama menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Sedekah, membantu yang membutuhkan, atau sekadar berbuat baik kepada orang lain dapat menjadi ladang pahala yang besar, terlebih jika dilakukan dengan ikhlas.
Semangat berbagi di bulan Ramadhan sering terasa lebih kuat, terutama menjelang Idul Fitri.
Sebagian riwayat menyebutkan malam tersebut terasa tenang, tidak terlalu panas atau dingin, dan suasananya damai. Keesokan harinya, matahari disebut terbit dengan cahaya yang tidak menyilaukan.
Namun yang terpenting bukanlah mengejar tanda-tandanya, melainkan menjaga konsistensi ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir.(*/Sahrul).