LEBAK– Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat Kabupaten Lebak.
Sebanyak 744 jemaah haji dipastikan akan diberangkatkan pada musim haji tahun 2026.
Jumlah ini menjadi salah satu kuota yang cukup signifikan dan menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menunaikan rukun Islam kelima.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Lebak, Halimatussadiah, yang memastikan bahwa seluruh tahapan persiapan berjalan dengan sangat baik dan hampir mencapai tahap akhir.
“Total jemaah yang akan berangkat dari Kabupaten Lebak sebanyak 744 orang,” ujar Halimatussadiah saat dikonfirmasi oleh Fakta Banten, Selasa (16/3/2026).
Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh jemaah dapat berangkat dengan aman, nyaman, dan tanpa kendala administratif.
Ia mengungkapkan bahwa progres persiapan dokumen telah mencapai sekitar 95 persen, menyisakan beberapa hal teknis yang sedang diselesaikan.
“Secara umum sudah hampir selesai. Tinggal beberapa hal kecil seperti pencetakan ID card, pembagian koper, serta finalisasi teknis pemberangkatan dan pemulangan jemaah,” jelasnya.
Selain itu, sebagian jemaah juga telah menerima buku manasik haji yang didistribusikan melalui masing-masing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Hal ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan mental dan pemahaman ibadah para calon jemaah.
Menariknya, untuk tahun ini pemerintah pusat tengah menyiapkan dua skema pemberangkatan sebagai langkah antisipasi terhadap dinamika global, termasuk situasi di kawasan Timur Tengah.
Kebijakan ini diambil sebagai bentuk komitmen dalam mengutamakan keselamatan dan perlindungan jemaah.
“Keselamatan, keamanan, dan perlindungan jemaah adalah prioritas utama. Karena itu disiapkan skema pemberangkatan yang matang,” tegasnya.
Untuk jadwal, jemaah haji asal Lebak direncanakan akan diberangkatkan dalam gelombang kedua, yakni pada 15 Mei dan 17 Mei 2026.
Dengan jumlah mencapai ratusan orang, keberangkatan jemaah haji tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga membawa keberkahan bagi daerah.
Persiapan yang matang dan pelayanan yang optimal dari Kementerian Agama dinilai menjadi kunci utama dalam menyukseskan penyelenggaraan haji tahun ini.
Pemerintah daerah dan masyarakat pun diharapkan turut memberikan dukungan serta doa agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur. (*/Sahrul).