LEBAK – Suasana panggung Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kecamatan Rangkasbitung 2025 seketika berubah magis saat seorang siswi kecil dari SD Negeri 1 Jatimulya naik ke atas pentas.
Dengan penuh penghayatan, Eryna Fakhira Maulida, siswi kelas 5, tampil memukau lewat cerita dongeng yang membius juri dan penonton.
Lewat kepiawaiannya dalam bercerita, Eryna berhasil mengantarkan sekolahnya merebut posisi puncak sebagai Juara 1 cabang lomba mendongeng.
Kompetisi yang berlangsung pada Sabtu, 17 Mei 2025 di SDN 4 Muara Ciujung Timur, Kabupaten Lebak ini menjadi ajang unjuk bakat pelajar SD dan MI se-Kecamatan Rangkasbitung.
Masing-masing peserta membawa keunikan, namun penampilan Eryna menjadi sorotan utama, membuktikan bahwa bakat bisa bersinar di usia muda, apalagi ketika dibina dengan penuh dedikasi.
Di bawah bimbingan Mr. Mahendra Reham, Eryna tampil percaya diri, membawakan cerita dengan teknik vokal, ekspresi wajah, dan gerakan tubuh yang begitu hidup.
Ceritanya tidak hanya menghibur, tapi juga menyentuh sisi emosional penonton dan mencerminkan nilai-nilai budaya.
“Penampilan Eryna membuat kami merinding. Energinya luar biasa,” ujar salah satu juri lomba, yang mengapresiasi kekuatan narasi dan penguasaan panggung dari gadis kecil tersebut.
Tak hanya itu, SDN 1 Jatimulya juga mengukir prestasi lain dalam cabang Pantomim dengan meraih Juara 2, semakin menegaskan komitmen sekolah dalam pengembangan seni dan karakter siswa.
Kepala SDN 1 Jatimulya, Winda Triana, menyampaikan rasa syukurnya atas capaian tersebut.
“Prestasi ini hasil dari kolaborasi dan semangat besar guru-guru serta anak-anak kami. Ini bukti bahwa kreativitas bisa tumbuh jika difasilitasi dengan baik,” tuturnya.
Sementara itu, Mr. Mahendra selaku pelatih Eryna berharap pencapaian ini menjadi pemicu semangat bagi siswa-siswi lain untuk tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga berani tampil dan berkarya di ruang publik.
“Mendongeng bukan sekadar bercerita, tapi melatih imajinasi, empati, dan kepercayaan diri anak-anak,” ucapnya.
FLS2N bukan hanya ajang lomba, tapi juga ruang aktualisasi diri para pelajar untuk mengekspresikan potensi di bidang seni dan sastra.
Lewat kemenangan ini, Eryna telah membuktikan bahwa suara anak-anak desa pun bisa menggema kuat hingga panggung prestasi.
Langkah Eryna hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang yang penuh inspirasi.
SDN 1 Jatimulya tak hanya mencetak prestasi, tetapi juga melahirkan semangat baru bahwa setiap anak punya cerita yang layak didengar dan diceritakan dengan bangga. (*/Sahrul).