LEBAK– Alumni Wasilatul Falah (Wasfal) Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, H Abdul Rouf menilai bahwa KH Mochamad Yusuf sangat layak dianugerahi gelar Pahlawan Nasional.
Ia menyebut dedikasi dan perjuangan KH Mochamad Yusuf bagi bangsa dan negara sangat besar dan patut diapresiasi secara nasional.
“Kami berharap pemerintah dapat mengangkat KH Mochamad Yusuf sebagai Pahlawan Nasional,” ujar Abdul Rouf saat dihubungi di Lebak, Selasa, (8/7/2015).
KH Mochamad Yusuf merupakan tokoh ulama asal Banten yang lahir di Cikulur, Kabupaten Lebak pada tahun 1920, dari pasangan KH Mukri dan Hj Siti Saodah. Ia wafat pada tahun 2008 di Rangkasbitung.
Sejak usia tujuh tahun, KH Mochamad Yusuf sudah mendapatkan pendidikan agama langsung dari orang tuanya.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan di berbagai pondok pesantren ternama di wilayah Banten dan Jawa Barat.
Selain mendalami ilmu agama, KH Mochamad Yusuf juga aktif dalam perjuangan melawan penjajah Belanda di sejumlah wilayah Banten.
Setelah Indonesia meraih kemerdekaan, ia terus berperan sebagai pendakwah yang menyebarkan ajaran Islam dengan pendekatan yang sejuk dan menyejukkan.
Dalam setiap ceramahnya, ia selalu mendorong umat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Dedikasi KH Mochamad Yusuf tidak hanya dalam dakwah, tetapi juga dalam membangun dunia pendidikan,” ujar Abdul Rouf.
Pada tahun 1965, KH Mochamad Yusuf mendirikan Yayasan Wasilatul Falah (Wasfal), yang membawahi lembaga-lembaga pendidikan seperti pondok pesantren, Madrasah Diniyah, Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), serta Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) dengan berbagai jurusan di bidang keislaman.
Kini, perguruan tinggi Wasfal dikenal sebagai salah satu yang tertua di Provinsi Banten, dengan ribuan alumni tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
“Di Ponpes Wasfal, kami dididik penuh kasih sayang agar menjadi insan berilmu dan bermanfaat bagi bangsa dan negara,” kata seorang pengajar di Ponpes Tebu Ireng 08 Banten yang juga alumni Wasfal.
Menurutnya, KH Mochamad Yusuf selalu menanamkan nilai-nilai kecintaan terhadap tanah air dan pentingnya mengendalikan emosi sebagai bagian dari ajaran akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
“Amanah beliau kepada para santri adalah untuk belajar keras dan mengabdi kepada negara, agama, dan bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, dirinya merasa bangga jika tokoh besar seperti KH Mochamad Yusuf dapat diusulkan sebagai Pahlawan Nasional, terlebih karena semasa hidupnya kerap diundang langsung oleh Presiden Soeharto dalam berbagai kegiatan kenegaraan.
Untuk itu, pihaknya mendorong agar semua persyaratan administratif dan historis segera dilengkapi agar pengusulan gelar Pahlawan Nasional kepada Kementerian Sosial dapat segera diproses.
“Kami menilai KH Mochamad Yusuf sangat layak menjadi Pahlawan Nasional. Kami berharap kepala daerah, baik bupati maupun gubernur, serta para politisi dapat memberikan dukungan penuh terhadap pengusulan ini,” pungkasnya.(*/Nandi)