LEBAK – Potensi kekayaan alam di Kabupaten Lebak bukan sekadar dongeng tua. Di balik perbukitan dan hamparan sungai yang membelah wilayah selatan Banten ini, tersimpan cadangan sumber daya alam yang sangat besar.
Namun sayangnya, belum sepenuhnya dikelola dengan baik dan berkeadilan.
Pengamat ekonomi lokal, Junur mengungkapkan bahwa apabila sektor pertambangan dan perusahaan-perusahaan swasta dikelola secara transparan dan profesional oleh pemerintah daerah, maka kemakmuran bukan lagi angan-angan bagi masyarakat Lebak.
“Kuncinya ada di pengelolaan. Jika tambang tidak hanya jadi ajang eksploitasi tanpa kontrol, melainkan dikelola dengan sistematis, maka hasilnya akan terasa langsung bagi masyarakat. Tidak hanya ke kas daerah, tapi juga ke perut rakyat,” ujar Junur dalam keterangannya kepada Fakta Banten, Selasa (3/6/2025).
Lebak dikenal memiliki berbagai jenis tambang, mulai dari emas, batu bara, hingga mineral lainnya yang selama ini lebih banyak dikuasai pihak ketiga.
Namun sayangnya, dampak ekonomi ke daerah seringkali minim, sementara kerusakan lingkungan menjadi ancaman nyata.
Junur menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memastikan regulasi yang ketat terhadap aktivitas tambang, termasuk evaluasi terhadap perusahaan yang beroperasi tanpa memberi kontribusi berarti terhadap kesejahteraan warga.
“Jika Pemkab Lebak berani mengambil alih kendali penuh, setidaknya melalui penguatan BUMD dan kerja sama yang sehat dengan swasta, maka angka kemiskinan bisa ditekan drastis dalam waktu tidak terlalu lama,” tegasnya.
Lebih jauh, Junur menyarankan agar pengelolaan tambang tidak hanya berpihak pada pendapatan daerah, tetapi juga harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan tenaga kerja lokal.
“Bukan cuma uang yang dikejar, tapi keberlanjutan. Jangan sampai kita kaya hari ini, tapi anak cucu tinggal mewarisi tanah gersang,” tambahnya.
Dengan pengelolaan tambang dan perusahaan yang berlandaskan integritas serta kepentingan rakyat, masa depan Lebak bukan lagi sebatas harapan.
Daerah ini punya peluang besar menjadi kawasan mandiri dan sejahtera jika keberanian politik sejalan dengan visi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. (*/Sahrul).