LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Lebak sudah mempersiapkan Rp 12 miliar untuk program Presiden Prabowo Subianto yaitu makan bergizi gratis.
Anggaran tersebut diambil dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 2 persen yang disimpan di anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lebak, Haslon Nainggolan mengatakan, persiapkan anggaran dilakukan berdasarkan perintah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.
“Kira-kira sekitar Rp 12 miliar itungannya. Tapi kami masih menunggu regulasi, karena baru mencadangkan anggaran 2 persen,” kata dia kepada Fakta Banten, pada Sabtu (4/1/2025).
“Jadi karena sementara APBD sudah ditetapkan, maka uang itu kami masukan dulu di anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), sambil menunggu aturan lebih lanjut,” sambungnya.
Sedangkan untuk besarannya, tergantung dari kemampuan pemerintah daerah sendiri.
Menurutnya, walaupun kemampuan anggaran yang dimiliki tidak sesuai, namun suka tidak suka harus menjalankan program pemerintah pusat.
“Karena bagaimana pun yang sehat itu kan anak-anak di Lebak juga, masa kami tidak mendukung,” ujarnya.
“Kalau untuk dana dititipkan lewat Dindik atau bukan, kami masih menunggu regulasi,” timpal Halson.
Haslon mengaku, belum mengetahui apakah pemerintah pusat akan memberikan bantuan atau tidaknya.
Sedangkan, untuk besaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (ABPN) sudah tertera sebesar Rp 71 triliun.
“Kami juga belum tahu ini apakah ada atau tidaknya, tapi tadi itu kalau di APBN sudah ada nilainya, cuma kita tetap tunggu aturannya,” ucapnya.
Untuk pelaksanaan makan bergizi gratis di Lebak, dirinya mengaku belum mengetahui.
“Belum tahu juga, tapi kalau bisa secepatnya lah,” pungkasnya.(*/Sahrul).