LEBAK– Dalam sebuah pertemuan penting, Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya menegaskan bahwa jabatan publik bukanlah sarana untuk memperkaya diri sendiri, melainkan untuk melayani rakyat dengan sebaik-baiknya.
Ia mengingatkan bahwa pejabat harus bekerja dengan hati nurani dan mempertanyakan kembali tujuan mereka dalam menduduki posisi tersebut.
“Coba ketuk hati kita masing-masing, untuk apa kita jadi Bupati? Untuk apa jadi anggota DPR? Apakah hanya untuk kepentingan pribadi atau untuk bermanfaat bagi rakyat,” ujarnya dengan nada tegas dalam sambutan Sidang Paripurna, pada Senin (3/3/2025).
Dalam pidatonya, ia juga menekankan bahwa tidak boleh pemborosan anggaran di Kabupaten Lebak.
Semua kebijakan harus berorientasi pada kesejahteraan rakyat, terutama dalam mengatasi masalah kemiskinan ekstrem.
“Kita punya 114.000 warga miskin dan 29.891 warga yang hidup dalam kondisi miskin ekstrem, berpenghasilan di bawah Rp15.000 per hari. Apakah kita tega melihat mereka tetap menderita?” serunya.
Ia mengajak seluruh pihak, termasuk DPRD, untuk bekerja dengan penuh amanah dan siap dikritik jika ada kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat.
Dengan semangat perubahan, ia menutup pidatonya dengan harapan besar: “Lebak Ruhay bukan sekadar mimpi, tapi harus menjadi kenyataan,” pungkasnya. (*/Sahrul)