LEBAK – Tiga pekan menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, geliat pedagang hewan kurban mulai tampak di berbagai sudut Kabupaten Lebak.
Namun di balik semarak itu, ada upaya serius dari pemerintah daerah untuk memastikan setiap hewan yang masuk ke Lebak benar-benar sehat dan layak dikonsumsi umat.
Tak ingin kecolongan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnaskeswan) Kabupaten Lebak mulai memperketat pengawasan terhadap arus keluar-masuk hewan ternak ke wilayahnya
Fokus utamanya adalah mencegah masuknya penyakit mulut dan kuku (PMK), yang dikenal cepat menular antar hewan berkuku belah seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba.
“Menjelang Iduladha ini, banyak hewan kurban yang didatangkan dari luar daerah. Kami lakukan pengawasan intensif untuk memastikan hewan-hewan tersebut bebas dari penyakit menular, khususnya PMK,” ujar Kepala Disnaskeswan Lebak, Rahmat Yuniar, Rabu (14/5/2025).
Pengawasan dilakukan tidak hanya pada titik masuk utama ke Kabupaten Lebak, tetapi juga langsung di lokasi penjualan hewan kurban.
Tim medis hewan Disnaskeswan menyisir lapak-lapak untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.
Menurut Rahmat, hingga saat ini hasil pengecekan belum menunjukkan adanya hewan yang terjangkit penyakit berbahaya. Namun pihaknya tidak akan lengah.
“Belum ditemukan indikasi PMK, tapi kami terus lakukan pemantauan rutin. Kewaspadaan tetap kami jaga,” tegasnya.
Disnaskeswan juga mengimbau masyarakat agar membeli hewan kurban dari penjual terpercaya yang hewannya sudah diperiksa dan memiliki surat keterangan sehat dari dokter hewan.
Langkah ini penting demi menjamin ibadah kurban berjalan khusyuk dan aman dari risiko penyakit zoonosis.
Ketika semangat berkurban menyala di tengah masyarakat, pemerintah daerah pun bergerak memastikan bahwa setiap hewan yang dikurbankan benar-benar sehat.
Langkah preventif ini bukan hanya tentang keselamatan konsumsi, tapi juga bagian dari menjaga kepercayaan umat dalam beribadah. Kabupaten Lebak kini bersiaga, bukan karena takut, tetapi karena peduli. (*/Sahrul).