LEBAK– Aktivitas jual beli ikan di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten dalam dua pekan terakhir tak seramai biasanya.
Sejumlah pedagang mengaku harga ikan melonjak cukup tajam, membuat pembeli berpikir ulang sebelum berbelanja.
Kondisi cuaca yang tidak bersahabat disebut menjadi pemicu utama tersendatnya pasokan.
Pedagang ikan laut di Pasar Rangkasbitung, Endri, mengatakan kenaikan harga mulai terasa sejak sekitar 13 hari terakhir.
Menurutnya, nelayan banyak yang memilih tidak melaut karena gelombang tinggi dan cuaca ekstrem, sehingga pasokan ikan ke pasar berkurang drastis.
“Kalau stok sedikit, harga otomatis naik. Sekarang cumi sudah tembus Rp90 ribu sampai Rp105 ribu per kilo, padahal sebelumnya masih di Rp60 ribu,” ujar Endri, Senin (2/2/2026).
Tak hanya cumi, sejumlah jenis ikan laut lainnya ikut terdampak. Ikan kembung yang biasanya dijual Rp35 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp45 ribu, bahkan di beberapa lapak mencapai Rp60 ribu.
Harga udang juga mengalami lonjakan signifikan, dari kisaran Rp40 ribu menjadi Rp54 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram, tergantung ukuran dan kualitas.
Sementara itu, ikan tenggiri yang sebelumnya dijual Rp100 ribu per kilogram kini dipasarkan dengan harga Rp120 ribu hingga Rp140 ribu.
Kenaikan harga ini, kata Endri, membuat pembeli lebih selektif dan cenderung mengurangi jumlah belanja.
“Konsumen masih datang, tapi belinya dikit-dikit. Biasanya satu kilo, sekarang setengah kilo,” katanya.
Kondisi serupa juga dirasakan pedagang ikan air tawar. Yana, pedagang ikan mas, menyebut harga ikan mas mengalami kenaikan sekitar Rp10 ribu per kilogram.
Dari sebelumnya Rp35 ribu, kini berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp45 ribu.
Menurut Yana, kenaikan harga ikan air tawar bukan dipicu cuaca laut, melainkan masalah produksi di sentra budidaya.
Ia menyebut banyak ikan di wilayah Cirata mati akibat penyakit, sehingga stok yang masuk ke pasar berkurang.
“Barangnya susah, jadi harga ikut naik. Tapi yang berat itu daya beli turun,” ungkapnya.
Ia mengaku, sejak harga ikan naik, pendapatan pedagang menurun cukup signifikan. Dalam sehari, omzetnya bisa turun hingga sekitar 50 persen dibandingkan kondisi normal.
“Pembeli banyak yang mengeluh, ada yang batal beli. Kita pedagang cuma bisa menyesuaikan,” tambah Yana.
Para pedagang berharap kondisi cuaca segera membaik dan pasokan kembali normal agar harga ikan bisa stabil.
Mereka menilai, harga yang terjangkau bukan hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga menjaga keberlangsungan usaha pedagang kecil di pasar tradisional. (*/Sahrul).