Cuaca Ekstrem Rugikan Lebak Rp1,5 Miliar, Warga Diminta Siaga Bencana

 

LEBAK– Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Lebak sepanjang semester pertama tahun 2025 telah membawa dampak serius.

Berdasarkan data resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, tercatat sebanyak 1.684 kejadian bencana telah terjadi sejak Januari hingga Juni 2025, dengan kerugian material mencapai Rp1,5 miliar.

Rangkaian bencana tersebut meliputi banjir, longsor, serta angin kencang yang merusak ratusan rumah warga, infrastruktur jalan, lahan pertanian, hingga jaringan listrik.

BPBD menyebutkan bahwa angka kerugian ini berpotensi meningkat seiring masuknya periode puncak musim penghujan yang diprediksi berlangsung dari pertengahan Juni hingga akhir Juli 2025.

Kepala BPBD Lebak, Feby Rizki Pratama, menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan asesmen cepat di lokasi terdampak, sekaligus menyalurkan bantuan darurat bekerja sama dengan Dinas Sosial.

Untuk rumah warga yang mengalami kerusakan berat, usulan bantuan lanjutan telah diajukan ke Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim).

“Kami tidak tinggal diam. Pendataan terus kami lakukan dan bantuan kedaruratan sudah kami distribusikan. Namun, kerugian yang ditimbulkan memang cukup besar,” ujar Feby saat ditemui pada Kamis (10/7/2025).

Lebih lanjut, Feby menyampaikan bahwa masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor dan banjir diminta meningkatkan kesiapsiagaan.

Cuaca diprediksi makin tidak stabil, dengan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir yang bisa datang sewaktu-waktu.

“Kami imbau masyarakat tetap tenang, tetapi juga harus siap siaga. Jangan anggap remeh peringatan cuaca. Jika situasi darurat terjadi, pahami jalur evakuasi dan patuhi arahan petugas lapangan,” imbuhnya.

BPBD Lebak juga memastikan akan terus memantau dan memperbarui informasi dari BMKG.

Pemberitahuan dini terkait potensi cuaca buruk akan disampaikan melalui berbagai saluran informasi resmi agar masyarakat bisa bersiap lebih awal.

Feby mengingatkan bahwa meskipun sebagian masyarakat sudah terbiasa menghadapi musim penghujan, namun perubahan pola cuaca global menjadikan bencana hidrometeorologi semakin tidak bisa diprediksi.

Dengan prediksi meningkatnya intensitas curah hujan dalam waktu dekat, pemerintah daerah mengajak semua elemen masyarakat untuk mengutamakan keselamatan, menjaga lingkungan, dan tetap waspada terhadap potensi bencana. (*/Sahrul).

BPBDCuaca EkstremLebak
Comments (0)
Add Comment