LEBAK – Puluhan petani di Kabupaten Lebak kini semakin percaya diri menyambut musim panen. Lewat pelatihan bertajuk Sekolah Lapang Padi (SLP), mereka tak hanya dibekali teori, tapi juga praktik langsung di sawah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Rahmat, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan program dari Dinas Pertanian Provinsi Banten dan difokuskan di Kelompok Tani Gudang, Kelurahan Rangkasbitung Barat.
“Metodenya bukan sekadar duduk di kelas. Petani langsung turun ke sawah. Pelatihan ini berlangsung selama satu musim tanam atau sekitar 10 hari,” ujar Rahmat kepada Fakta Banten, Selasa (20/5/2025).
Program ini melibatkan 40 peserta, yang terdiri dari anggota kelompok tani, Mantri Tani Desa (MTD), dan penyuluh pertanian.
Tujuan akhirnya adalah peningkatan produktivitas dan kualitas panen padi secara menyeluruh.
Dari Benih Sampai Pasca Panen
Para peserta diajarkan berbagai teknik penting, mulai dari pemilihan benih unggul, cara tanam sistem jajar legowo, pemupukan seimbang, pengendalian hama terpadu, hingga teknik panen dan penyimpanan gabah.
Materi ini diyakini mampu mendorong swasembada pangan lokal.
“Kalau petani menerapkan hasil belajar ini, bukan hanya hasil panen yang naik, tapi juga keuntungan petani ikut terdongkrak. Karena kualitas panennya meningkat dan harga jual pun jadi lebih baik,” tambah Rahmat.
Selain meningkatkan hasil, Sekolah Lapang ini juga diharapkan menekan ketergantungan pada impor beras, menjaga stabilitas harga di pasar, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Harapan Jangka Panjang
Rahmat berharap keterampilan yang diperoleh peserta tak berhenti di musim ini saja.
“Kami ingin pengetahuan ini ditularkan ke sesama petani. Jadi gerakannya masif, bukan hanya terbatas di satu lokasi,” katanya.
Dengan pelatihan ini, Lebak menunjukkan keseriusannya menjadi lumbung pangan daerah yang tak hanya mengandalkan kuantitas, tetapi juga kualitas hasil pertanian. (*/Sahrul).