Dengan Anggaran Rp5 M Alun-Alun Rangkasbitung Bakal Disulap, Berikut Rincian Pekerjaannya

 

LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak kembali menggelontorkan anggaran besar di tahun 2025.

Kali ini, sebesar Rp5 miliar dialokasikan untuk membenahi Alun-Alun Rangkasbitung, ruang publik utama yang berada di jantung kota.

Rencana besar ini tercatat dalam laman resmi LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) Kabupaten Lebak di situs INAPROC.

Penataan tersebut termasuk dalam program strategis bertajuk Penataan Bangunan dan Lingkungan di Kawasan Strategis.

Kawasan alun-alun tak hanya menjadi tempat bermain dan berolahraga, tapi juga kerap digunakan untuk kegiatan formal pemerintahan hingga ajang interaksi sosial warga.

Namun, tingginya aktivitas yang berlangsung setiap hari dinilai membutuhkan dukungan fasilitas yang lebih tertata, aman, dan layak.

Menurut dokumen pengadaan, proyek ini mencakup pekerjaan menyeluruh mulai dari perbaikan flanter box, pembangunan pendopo baru, pengaspalan jogging track, hingga pembangunan area playground anak, lapangan olahraga multifungsi (basket, voli, skateboard), serta pekerjaan mekanikal-elektrikal dan taman.

Tak kalah penting, pekerjaan juga menyasar penataan gerbang utama, pelapisan lantai area terbuka, hingga penanaman pohon untuk menjaga nuansa hijau di tengah kota.

Semua elemen ini ditargetkan dapat memberikan kenyamanan dan fungsionalitas baru bagi warga yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Pekerjaan konstruksi ini masuk dalam target utama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak pada tahun anggaran 2025.

Pihak pelaksana diharapkan bisa menjalankan proyek ini dengan tertib administrasi, efisien secara biaya, dan tepat waktu.

Selain itu, pihak penyedia jasa konstruksi diwajibkan melakukan koordinasi rutin di lapangan serta siap menghadapi dan menyelesaikan persoalan teknis maupun administratif selama pengerjaan berlangsung.

Lokasi proyek berada di Desa Rangkasbitung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, yang merupakan titik vital pusat aktivitas pemerintahan dan masyarakat.

Dengan nilai pagu sebesar Rp5 miliar, publik kini menanti hasil dari proyek ini.

Akankah wajah baru Alun-Alun Rangkasbitung benar-benar mencerminkan kebutuhan warga kota? Atau hanya menjadi proyek musiman tanpa dampak jangka panjang. (*/Sahrul).

Alun-alun RangkasbitungLebakProyek
Comments (0)
Add Comment