LEBAK – Kabupaten Lebak melangkah proaktif menekan angka pengangguran melalui program pelatihan berbasis kompetensi tahun 2026.
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat membuka pendaftaran gratis bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kemampuan kerja maupun merintis usaha mandiri.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Lebak naik menjadi 7,30 persen pada 2025, dibanding 6,23 persen pada tahun sebelumnya.
Menyikapi kondisi ini, Disnaker Kabupaten Lebak mengambil langkah strategis melalui pelatihan yang tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga memberikan sertifikasi resmi dari BNSP.
Sekretaris Disnaker Lebak, Rully Caerulliyanto, menegaskan pentingnya program ini bagi pencari kerja maupun calon wirausaha.
“Pelatihan berbasis kompetensi ini gratis, dan peserta akan mendapatkan sertifikat pelatihan serta pengakuan resmi dari BNSP. Ini menjadi modal penting untuk siap bersaing di dunia kerja,” ujar Rully kepada Fakta Banten, Selasa (3/3/2026).
Program ini mencakup pelatihan service sepeda motor sistem injeksi dan computer operator assistants. Pendaftaran dibuka secara daring mulai 2-6 Maret 2026, dengan seleksi dilakukan 9-15 Maret 2026.
Hasil seleksi diumumkan pada 16 Maret 2026, dan peserta yang lolos wajib melakukan daftar ulang pada 31 Maret 2026. Pelatihan dijadwalkan mulai 1 April 2026 di Kantor Disnaker Lebak, Jalan Siliwangi No. 12, Pasir Ona, Rangkasbitung.
Persyaratan peserta antara lain berusia minimal 18 tahun, memiliki KTP, akun SIAPkerja, serta lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat tahun 2023-2025. Program ini terbuka untuk pencari kerja, pekerja, maupun calon wirausaha. Pendaftaran dapat dilakukan melalui laman resmi SkillHub Kemnaker.
Selain pelatihan, peserta akan mendapat fasilitas makan siang, bantuan transportasi, jaminan ketenagakerjaan (JKK-JKM), serta sertifikat resmi.
“Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi peserta, tetapi juga membuka peluang kerja lebih luas,” tambah Rully.
Menurutnya, keberhasilan penempatan tenaga kerja sangat bergantung pada keterampilan yang dimiliki.
“Skill dan kualifikasi yang kuat membuat pencari kerja lebih mudah terserap di pasar kerja. Pelatihan ini jadi investasi penting untuk masa depan,” kata Rully.
Rully berharap, melalui program ini, angka penempatan tenaga kerja di Kabupaten Lebak dapat meningkat, dan pengangguran bisa ditekan lebih efektif dibanding tahun sebelumnya.
“Kita optimis, 2026 akan menjadi tahun kemajuan bagi pencari kerja di Bumi Multatuli. Program ini patut diapresiasi karena memberikan akses gratis untuk skill dan sertifikasi yang diakui secara nasional,” tutupnya. (*/Sahrul).