LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak terus mengakselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor perkebunan.
Salah satunya diwujudkan melalui pembukaan resmi Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Angkatan I & II serta Pelatihan Pemetaan Lokasi Perkebunan Angkatan I Provinsi Banten yang digelar pada Senin (21/7/2025).
Kegiatan strategis ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat, S.STP., M.Si, sebagai bagian dari implementasi Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit.
Program ini didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan disinergikan dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI.
Pelatihan ini digelar oleh IPB Training PT. Global Scholarship Services Training, menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang teknis budidaya hingga pemetaan lahan sawit.
Para peserta dibekali ilmu dari hulu hingga hilir: mulai dari pemahaman kebijakan dan regulasi pemetaan, penggunaan alat ukur dan tracking, hingga penyusunan peta kebun berbasis metode poligon.
“Pelatihan ini sangat penting sebagai pijakan untuk mendorong tata kelola perkebunan sawit yang lebih terukur dan berkelanjutan. Saya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi, khususnya Ditjen Perkebunan, BPDPKS, dan IPB Training,” ujar Rahmat kepada Fakta Banten, Selasa (22/7/2025).
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif peserta dalam pelatihan.
“Ini kesempatan emas. Bekal yang diperoleh akan memperkuat kapasitas teknis dan manajerial pelaku usaha perkebunan sawit, khususnya di Banten,” tambahnya.
Secara teknis, peserta pelatihan dibimbing memahami cara mempersiapkan benih unggul, mengelola lahan, melakukan penanaman dan perawatan, hingga mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
Di sisi lain, pelatihan pemetaan menitikberatkan pada pengolahan data, analisis lahan, dan penyusunan peta kebun yang akurat untuk mendukung efisiensi dan keberlanjutan usaha perkebunan.
Dengan adanya pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Lebak berharap terjadi peningkatan kualitas SDM perkebunan yang mampu bersaing dan mengelola usaha secara profesional dan berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan daerah yang inklusif dan berbasis potensi lokal. (*/Sahrul).