DPRD Banten Apresiasi Langkah Damai Pimpinan Lebak, Dinilai Jadi Momentum Perkuat Sinergi

LEBAK– Anggota DPRD Banten Musa Weliansyah memberikan apresiasi atas langkah rekonsiliasi yang dilakukan Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya dengan mendatangi langsung kediaman Wakil Bupati Amir Hamzah.

Menurutnya, sikap saling memaafkan yang ditunjukkan kedua pimpinan daerah tersebut menjadi sinyal positif bagi stabilitas pemerintahan di Kabupaten Lebak.

“Langkah Bupati yang datang langsung dan sikap legowo dari Pak Amir menunjukkan bahwa persoalan sudah selesai. Ini artinya tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan,” ujar Musa kepada Fakta Banten, Rabu (1/4/2026).

Ia menilai, peristiwa yang sempat menjadi perhatian publik tersebut justru dapat menjadi pelajaran berharga dalam membangun hubungan kerja yang lebih harmonis di lingkungan pemerintahan.

Musa berharap, ke depan komunikasi antar pimpinan daerah semakin terbuka dan konstruktif.

Menurut Musa Weliansyah, sinergi antara kepala daerah dan wakil kepala daerah sangat penting untuk memastikan jalannya program pembangunan berjalan sesuai arah kebijakan yang telah direncanakan dalam dokumen pembangunan daerah.

“Keduanya harus semakin komunikatif dan terus bersinergi agar target pembangunan bisa tercapai sesuai visi-misi yang telah dituangkan dalam RPJMD 2025-2029,” tegasnya.

Musa juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat berkomunikasi langsung dengan Bupati Lebak pasca kejadian.

Dalam komunikasi tersebut, Bupati disebut mengakui bahwa pernyataannya dalam acara sebelumnya disampaikan secara berlebihan, namun tidak memiliki niat untuk menyakiti atau merendahkan pihak manapun.

“Pak Hasbi ini menurut saya menunjukkan sikap ksatria. Ketika merasa keliru, beliau mau mengakui. Itu penting dalam kepemimpinan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa komitmen Bupati untuk menemui Wakil Bupati secara langsung telah disampaikan sebelumnya, dan kini telah terealisasi.

Hal ini dinilai sebagai bentuk kesungguhan dalam menyelesaikan persoalan secara terbuka dan bertanggung jawab.

Dengan berakhirnya dinamika tersebut, Musa Weliansyah optimistis hubungan kerja antara kedua pimpinan daerah akan semakin solid ke depan.

“Saya yakin akan ada hikmah dari kejadian ini. Mereka bisa menjadi lebih harmonis, lebih komunikatif, dan fokus pada peran masing-masing dalam membangun Kabupaten Lebak,” pungkasnya.

Peristiwa ini sekaligus menjadi contoh bahwa dalam dinamika pemerintahan, perbedaan dapat diselesaikan melalui komunikasi, sikap terbuka, dan komitmen bersama untuk mengutamakan kepentingan masyarakat. (*/Sahrul).

Comments (0)
Add Comment