Dua Anak Disabilitas Hidup di Rumah Reyot Tanpa Bantuan Pemerintah, Warga Sajira Lebak Menanti Uluran Tangan Dermawan

 

LEBAK – Di sudut Kampung Gubug, Desa Calung Bungur, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, terdapat potret kehidupan yang menggugah nurani.

Sebuah keluarga hidup dalam kondisi serba terbatas, menempati rumah reyot, dengan dua anak yang menyandang disabilitas sejak lahir.

Namun hingga kini, belum satu pun bentuk bantuan nyata diterima dari pemerintah desa, kecamatan, maupun kabupaten.

Anak pertama mereka yang kini berusia empat tahun belum bisa mengucapkan sepatah kata pun.

Sementara sang adik, baru berumur satu tahun, mengalami kelainan serius: lahir tanpa anus.

Setahun lalu, keluarga ini berjuang membawa sang bayi ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jakarta.

Di sana, dilakukan tindakan medis darurat dengan membuat anus buatan menggunakan selang yang dipasang di bagian samping perut.

Namun, pengobatan lanjutan terpaksa dihentikan bukan karena medis, tapi karena tidak ada biaya.

Harapan Kecil di Tengah Keputusasaan

Rumah yang mereka tempati pun jauh dari kata layak. Dindingnya mulai lapuk, atap bocor, dan lantai masih beralaskan tanah. Belum lagi kebutuhan khusus dua anaknya yang memerlukan perhatian ekstra setiap hari.

Kondisi ini telah berlangsung cukup lama. Meski sesekali ada pihak luar yang berempati, namun tidak ada kepastian dari pemerintah setempat terkait bantuan medis, sosial, maupun logistik.

Menanti Pemerintah Hadir Bukan Sekadar Lewat Data

Situasi ini mencerminkan betapa rentannya kelompok masyarakat marginal yang sering luput dari perhatian. Dalam berbagai laporan dan data, mereka mungkin tercatat.

Tapi dalam kehidupan nyata, mereka tetap menunggu, berharap pemerintah hadir bukan sekadar melalui program, tapi lewat aksi nyata.

Warga sekitar pun menyatakan keprihatinan atas kondisi ini. Banyak yang mempertanyakan mengapa belum ada pendampingan dari pihak desa atau kecamatan, padahal kondisi anak yang menyandang kelainan sejak lahir seharusnya masuk kategori prioritas penanganan sosial dan kesehatan. (*/Sahrul).

anak disabilitasLebakSajira
Comments (0)
Add Comment