Dugaan Limbah Dapur MBG Mengalir ke Drainase Jalan di Malingping Lebak Dikeluhkan Warga

LEBAK – Aktivitas dapur pelayanan makanan program pemenuhan gizi di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, menuai sorotan warga setelah air limbah cucian diduga dialirkan langsung ke saluran drainase umum di pinggir jalan.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena dinilai menimbulkan aroma tidak sedap dan membuat saluran air terlihat keruh hampir setiap hari.

Pantauan di lokasi beberapa waktu lalu, air bekas pencucian peralatan makan dari dapur pelayanan gizi di Kampung Pasir Geleng, Desa Cilangkahan, tampak mengalir menuju drainase jalan tanpa penampungan tertutup yang memadai.

Warga sekitar mengaku mulai merasa terganggu dengan kondisi tersebut, terutama saat aktivitas dapur sedang padat.

“Kadang dari pagi sampai siang air terus mengalir ke selokan dan baunya terasa,” ujar Nurwan, salah seorang warga setempat.

Menurutnya, saluran drainase yang berada dekat permukiman sering terlihat kotor akibat endapan limbah yang mengalir setiap hari. Ia berharap pengelola segera melakukan pembenahan agar tidak mengganggu lingkungan sekitar.

“Harusnya ada pengelolaan yang lebih baik supaya tidak langsung ke drainase umum,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Cilangkahan, Yosa, membenarkan adanya beberapa dapur pelayanan gizi yang beroperasi di wilayah desanya. Namun pihak desa mengaku tidak mengetahui secara detail sistem pengelolaan limbah di masing-masing lokasi.

“Kalau aktivitas dapurnya memang ada beberapa titik di desa ini,” ujarnya.

Di sisi lain, pengelola dapur pelayanan gizi, Dadan Buldani, mengatakan pihaknya telah memiliki sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Namun ia mengakui terjadi gangguan pada bagian penyaringan sehingga kapasitas penampungan tidak mampu menahan debit air yang keluar.

“Kami sudah punya sistem pengolahan limbah, hanya memang ada kendala teknis di bagian filter dan kapasitas penampungan,” jelasnya.

Menurut Dadan, sistem IPAL yang digunakan sebenarnya dirancang berlapis agar limbah melewati beberapa tahap penyaringan sebelum dibuang. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan adanya masalah pada bagian akhir saluran pembuangan.

Ia menyebut bak penampungan yang tersedia memiliki kapasitas sekitar 1.500 liter, namun debit air yang masuk melebihi kapasitas sehingga sebagian air mengalir keluar menuju saluran umum.

Pengelola juga memastikan perbaikan sedang dilakukan agar air limbah yang dibuang tidak lagi menimbulkan bau maupun mencemari lingkungan sekitar.

“Kami akan lakukan pembenahan secepatnya, termasuk penambahan penyaring lemak agar hasil pembuangan lebih maksimal,” katanya.

Persoalan limbah dapur pelayanan makanan tersebut kini menjadi perhatian warga sekitar yang berharap pengelolaan lingkungan dilakukan lebih ketat, terutama karena lokasi aktivitas berada dekat area permukiman dan jalur umum masyarakat. (*/Sahrul).

Comments (0)
Add Comment