Dukung Laporan Alih Fungsi Hutan Lindung PIK 2, HMI MPO Lebak Merasa Dijebak Klaim Musa Weliansyah 

 

LEBAK – Ketua HMI MPO Cabang Lebak, Kandi Permana, membantah keterlibatan organisasinya dalam mendukung laporan anggota DPRD Banten, Musa Weliansyah, terkait dugaan penyalahgunaan alih fungsi Hutan Lindung.

Kandi menegaskan bahwa dirinya merasa dijebak dalam video deklarasi yang beredar di media sosial.

“Awalnya saya hanya nongkrong di warung kopi, lalu diajak membuat video dukungan. Saya ingin keluar dari forum, tetapi merasa tidak enak dengan rekan-rekan pimpinan OKP Cipayung Plus lainnya. Padahal, Cipayung Plus ini hanya sebagai sarana komunikasi antarorganisasi mahasiswa, tidak selalu harus memiliki sikap yang sama,” ujar Kandi, Kamis (20/2/2025).

Lebih lanjut, Kandi menegaskan bahwa hingga saat ini, HMI MPO Lebak masih mempelajari dokumen-dokumen terkait alih fungsi Hutan Lindung menjadi Hutan Produksi, termasuk surat dan aturan perundang-undangan. Kajian tersebut dilakukan secara mendalam agar kesimpulan yang diambil benar-benar berbasis data dan fakta.

“Jika dalam kajian kami terbukti ada penyalahgunaan wewenang dalam pengusulan alih fungsi Hutan Lindung, maka HMI MPO Lebak akan menyampaikan langsung ke publik dan melaporkannya ke aparat penegak hukum (APH), tanpa melalui Bapak Musa Weliansyah. Kami tidak ingin hal ini diplintir atau dianggap sebagai dukungan terhadap beliau,” tegasnya.

Kandi juga mengajak masyarakat dan mahasiswa agar tidak mudah terpancing dengan isu yang beredar, khususnya terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) atau PIK 2.

Menurutnya, masih banyak kesalahpahaman di masyarakat, misalnya menganggap bahwa lokasi Pagar Laut sama dengan PSN/PIK 2, padahal keduanya berada di titik yang berbeda.

“Bahkan Presiden Prabowo Subianto sendiri telah meminta evaluasi terhadap seluruh PSN, termasuk PIK 2. Ini menjadi peluang bagi kita untuk mengkaji secara objektif apakah PIK 2 lebih banyak mudarat atau manfaatnya,” katanya.

“Dalam Islam, ada prinsip ‘dar’ul mafaasid muqaddamun alaa jalbil mashaalih’, yang berarti menghindari kerusakan harus lebih diutamakan daripada meraih kebaikan. Jadi, apakah PIK 2 ini benar-benar membawa dampak buruk? Kita lihat saja nanti,” pungkasnya. (*/Nandi)

Comments (0)
Add Comment