Harapan Baru, 221 Hunian Tetap untuk Korban Banjir Bandang di Lebak Segera Dibangun

 

LEBAK– Setelah lima tahun tinggal di hunian sementara (huntara), ratusan warga penyintas banjir bandang dan longsor 2020 di Kecamatan Lebakgedong akhirnya bisa bernapas lega.

Pemerintah memastikan pembangunan 221 unit hunian tetap (huntap) segera dimulai pada September 2025 ini.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama, mengungkapkan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah melakukan pemesanan material serta menyiapkan alat berat untuk pembersihan lahan (clearing area).

“BNPB sudah konfirmasi, material untuk rumah-rumah sudah dipesan. Alat berat pun disiapkan. Tinggal koordinasi teknis dengan pihak kecamatan dan desa setempat,” jelas Febby, Rabu (3/9/2025).

Hunian tetap yang akan dibangun mengusung model konvensional dengan sistem kopel, mirip kompleks perumahan pada umumnya.

Fasilitas umum seperti jalan lingkungan, saluran air bersih, hingga ruang terbuka akan melengkapi kawasan tersebut agar warga bisa hidup lebih layak.

Menurut Febby, penuntasan huntap di Lebakgedong menjadi prioritas pemerintah pusat setelah rapat di Kemenko PMK.

Selain karena jaraknya yang dekat dengan Jakarta, kondisi sosial warga yang terlalu lama tinggal di huntara dianggap sangat mendesak untuk segera diselesaikan.

“Warga sudah lebih dari lima tahun hidup di huntara. Situasi ini jelas berdampak pada aspek sosial dan kesehatan mereka. Karena itu, Lebak diprioritaskan untuk dituntaskan tahun ini,” tegasnya.

Di sisi lain, cerita para penyintas di huntara Cigobang menggambarkan betapa beratnya kehidupan mereka selama menunggu janji pembangunan huntap.

Arnita, salah satu warga, bercerita bagaimana ia harus menempuh perjalanan jauh di jalan rusak setiap kali hendak berobat.

“Kalau sakit dan mau ke puskesmas, harus naik ojek. Biayanya sekitar Rp30 ribu sekali jalan. Itu pun kalau ada yang mau antar,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Ia menambahkan, meski waktu terus berjalan, kehidupan di huntara hampir tak banyak berubah.

“Sudah ada yang meninggal, ada yang menikah, punya anak. Pemimpin juga sudah berganti. Tapi kami masih begini-begini saja. Kampung lama bahkan sudah jadi hutan belantara,” katanya lirih.

Dengan dimulainya pembangunan 221 huntap, warga Lebakgedong berharap penantian panjang mereka segera berakhir.

Kehadiran rumah permanen bukan hanya soal atap tempat berlindung, tetapi juga simbol kepastian hidup setelah kehilangan segalanya akibat bencana.

“Ini komitmen pemerintah pusat dan daerah. Targetnya tahun ini sudah mulai pengerjaan dan dituntaskan sesuai kebutuhan warga,” tutup Febby. (*/Sahrul).

Hunian TetapHuntaraLebakgedong
Comments (0)
Add Comment