LEBAK– Awal Februari 2025, gas elpiji 3 kilogram mengalami kelangkaan di sejumlah warung-warung yang ada di Kabupaten Lebak.
Imbasnya, harga mengalami kenaikan sebelumnya Rp 22 ribu menjadi Rp 25 ribu-30 ribu per tabung.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Kabid Perdagangan Disperindag Lebak, Yani menegaskan bahwa harga gas elpiji 3 kilogram sudah ditetapkan sesuai Peraturan Bupati (Perbup) No. 3 Tahun 2023.
Untuk zona 1, harga gas dipatok Rp19.000 per tabung, sementara zona 2 seharga Rp 19.500.
“Tidak ada kenaikan, malah harga sekarang lebih rendah,” kata dia kepada Fakta Banten, Minggu (2/2/2025).
Ia menyarankan agara masyarakat membeli langsung di pangkalan agar mendapatkan harga yang sesuai aturan dan menghindari permainan harga oleh pengecer.
“Justru lebih baik jika warga membeli di pangkalan, karena harga lebih terkontrol dan sesuai ketentuan,” paparnya.
Dalam berita sebelumnya, Sejumlah warung yang biasa menjual gas subsidi ini mulai kehabisan stok, memaksa warga mencari ke berbagai tempat dengan hasil yang nihil.
Di beberapa kecamatan, warga mengeluhkan bahwa gas yang biasanya tersedia dengan mudah kini menjadi barang langka. Jika pun ada, harga jualnya melambung tinggi di atas harga normal.
Wati (39), seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Cibadak, mengaku sudah berkeliling ke beberapa warung namun tetap tidak menemukan gas elpiji.
“Biasanya di warung dekat rumah selalu ada, tapi sekarang kosong. Saya sudah cari ke tiga tempat lain, tetap tidak ada. Kalau pun ada di pengecer, harganya bisa sampai Rp 25 ribu – 30 ribu per tabung,” keluhnya. (*/Sahrul).