Hari Kesaksian Pancasila, Petani Sawit Banten Tuntut Keadilan di PN Rangkasbitung 

 

LEBAK – Bertepatan dengan Hari Kesaksian Pancasila, para petani sawit di Banten menjadikan momentum ini sebagai pengingat perjuangan mereka menuntut keadilan, Rabu (1/10/2025).

Pengadilan Negeri Rangkasbitung menggelar sidang perdana gugatan perdata antara Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) melawan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional 1 Pabrik Kelapa Sawit Kertajaya, Banjarsari, Lebak.

Perkara yang tercatat dengan nomor 21/Pdt.G/2025/PN.Rkb ini diajukan melalui kuasa hukum dari Law Firm Citra Hukum Keadilan Jakarta, yaitu Mp. Nainggolan, SH., MH. bersama Kombes Pol (Purn) Parulian Simamora, SH., MH.

Gugatan mencuat setelah adanya dugaan selisih timbang sekitar 4%, sebagaimana hasil uji tera resmi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak dengan nomor 001/BAP/UML/2025.

Ketua APKASINDO Banten, H. Wawan, menyatakan kekecewaannya karena pihak tergugat tidak menghadiri sidang perdana.

“Sangat disayangkan, pihak perusahaan tidak hadir. Gugatan ini menyangkut hak-hak petani sawit, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Saya berharap di Hari Kesaksian Pancasila, petani sawit Banten bisa merasakan sila kelima, Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Wawan.

Dukungan juga datang dari kalangan muda. Mambang Hayali, aktivis petani sawit, menilai persoalan ini bukan hanya soal hitungan angka dalam timbangan.

“Ini menyangkut keadilan sosial bagi petani kecil yang sudah lama dirugikan. Proses hukum harus berjalan transparan dan objektif,” ungkapnya.

Sidang perdana ini sekaligus membuka babak baru perjuangan petani sawit Banten.

Banyak pihak menilai, apa yang terjadi di Lebak bisa menjadi preseden penting bagi penyelesaian sengketa antara petani dan perusahaan perkebunan di daerah lain.

Di tengah semangat Hari Kesaksian Pancasila, kasus ini menjadi simbol nyata bahwa perjuangan menegakkan keadilan tidak boleh berhenti.

Harapan petani sawit kini tertuju pada proses hukum, agar sila kelima benar-benar hadir dalam kehidupan mereka. (*/Sahrul).

Comments (0)
Add Comment