LEBAK– Prestasi membanggakan kembali diraih oleh putra daerah Lebak. Deban, seorang dai muda berbakat asal Kabupaten Lebak, sukses menjuarai ajang Akademi Sahur Indonesia (AKSI) Indosiar 2025 setelah melalui perjalanan panjang dan persaingan ketat dengan peserta dari seluruh Indonesia.
Deban dengan gaya penyampaiannya yang lugas, santun, dan penuh makna membuat dewan juri serta pemirsa terkesima.
“Alhamdulillah, kemenangan ini bukan hanya milik saya, tetapi juga untuk masyarakat Lebak dan Banten. Semoga bisa menjadi motivasi bagi pemuda lainnya untuk terus berdakwah dengan bijak dan penuh hikmah,” ujar Deban setelah dinobatkan sebagai pemenang.
Sejak awal kompetisi, dukungan untuk Deban terus mengalir dari berbagai pihak, termasuk tokoh agama, pemerintah daerah, dan komunitas kepemudaan.
Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian Deban yang telah mengharumkan nama daerah.
“Ini membuktikan bahwa anak muda Lebak memiliki potensi besar. Semoga Deban terus menjadi inspirasi bagi generasi muda dan membawa dakwah yang menyejukkan bagi umat,” kata Hasbi.
Ketua KNPI Banten, Ahmad Jayani, juga menyampaikan apresiasinya dan menilai bahwa kemenangan Deban adalah bukti bahwa generasi muda bisa berdakwah dengan pendekatan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
“Deban adalah contoh bahwa pemuda bisa berdakwah dengan cara kreatif, menyampaikan pesan agama dengan santun, dan tetap relevan dengan zaman. KNPI siap mendukung dai-dai muda agar terus berkembang,” ujarnya.
Perjalanan Deban menuju juara tidaklah mudah. Sejak awal kompetisi, ia harus bersaing dengan para peserta terbaik dari berbagai daerah.
Dengan teknik retorika yang kuat, pemahaman agama yang mendalam, serta gaya penyampaian yang menarik, ia berhasil melaju ke babak final dan akhirnya keluar sebagai juara.
Selain mendapatkan trofi kemenangan, Deban juga berhak membawa pulang hadiah ratusan juta rupiah, dan lain sebagainya.
Kemenangan Deban di Aksi Indosiar 2025 bukan hanya membanggakan masyarakat Lebak, tetapi juga menjadi bukti bahwa dakwah yang santun, inspiratif, dan relevan dapat diterima oleh semua kalangan. (*/Sahrul).