LEBAK– Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Lebak dalam beberapa hari terakhir memicu longsor di ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Sabagi-Muncang, tepatnya di perbatasan Desa Sangiang Jaya dan Desa Culungbungur, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (22/1/2026).
Peristiwa tersebut menyebabkan timbunan tanah menutup hampir seluruh badan jalan.
Akibatnya, jalur yang selama ini menjadi akses utama warga dan pengangkut hasil pertanian tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Tak hanya memutus akses transportasi, longsor juga berdampak langsung pada sektor pertanian. Material tanah yang menutup saluran air membuat aliran irigasi tersumbat hingga air meluap ke area persawahan warga.
Genangan air yang bertahan cukup lama mengakibatkan tanaman padi membusuk dan tidak bisa diselamatkan.
“Air tidak mengalir karena tertahan longsor, sawah jadi seperti kolam. Padi sudah rusak semua, kami terpaksa gagal panen,” ujar Ronal, warga Desa Sangiang Jaya, saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (23/1/2026).
Menurut warga, kerugian akibat gagal panen ini cukup besar karena sebagian petani baru memasuki masa menjelang panen.
Kondisi tersebut menambah beban ekonomi masyarakat desa yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Sementara itu, Heru, Ketua Kumala perwakilan Rangkasbitung, meminta pemerintah Kabupaten Lebak segera mengambil langkah konkret.
Ia menilai, selain penanganan darurat berupa pembersihan material longsor, pemerintah juga perlu melakukan upaya pencegahan jangka panjang.
“Wilayah ini termasuk rawan longsor setiap musim hujan. Pemerintah harus melakukan langkah antisipatif, mulai dari perbaikan drainase, penguatan tebing jalan, hingga pemetaan titik rawan bencana,” kata Heru.
Warga berharap perbaikan jalan dan normalisasi saluran air dapat segera dilakukan agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal dan kejadian serupa tidak terus berulang di musim hujan berikutnya. (*/Sahrul).